Virus Corona

Jendral AS Ini Sangat Tidak Percaya Klaim Korut Nihil Kasus Virus Corona, Itu Adalah Klaim Mustahil

Klaim negara Kim Jong Un niil kasus corona dianggap mustahil. Data intelijen menyebit Korut tak bebas corona

sumber www.foreignaffairs.co
Meski mengklaim tak ada korban virus corona, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tampak berlatar belakang para tentara menggunakan masker menyusul wabah virus corona melanda dunia. 

WARTA KOTALIVE.COM, JAKARTA -- Korea Utara klaim nihil kasus virus corona yang sudah dinyatakan sebagai pandemi dunia.

Klaim negara Kim Jong Un itu pun tak dipercaya, klaim tersebut dianggap mustahil.

Dilansir dari Korea Times, komandan pasukan AS di Korea (USFK) mengatakan pada Kamis (02/4/2020) bahwa mereka tidak percaya terhadap klaim Korea Utara terkait nol kasus virus corona.

Korut Klaim Belum Ada Korban Virus Corona, Dunia Tak Percaya, Apalagi Diam-diam Minta Bantuan Rusia

43 Persen Warga Korut Kurang Gizi, Klaim Nol Korban Virus Corona di Negeri Kim Jong Un Diragukan

Jenderal Robert Abrams mengatakan pada wawancara gabungan dengan dua gerai AS di Seoul, Korea Selatan,

"itu adalah klaim mustahil berdasarkan semua intel yang kami lihat."

Bandara di Pyongyang Dibersihkan demi menghindari wahab Virus Corona. Korea Utara sangat ketat memperlakukan menyebarnya penyakit ini, bahkan seorang pejabat yang meninggalkan karantina ditembak mati.
Bandara di Pyongyang Dibersihkan demi menghindari wahab Virus Corona. Korea Utara sangat ketat memperlakukan menyebarnya penyakit ini, bahkan seorang pejabat yang meninggalkan karantina ditembak mati. (New York Times)

Dia juga menambahkan, "Kami tidak akan mengungkapkan sumber dan metode kami tapi (klaim nol virus corona) itu tidak benar. Berapa banyaknya, saya tidak akan beritahu."

Korea Utara memang mengatakan tidak memiliki kasus infeksi virus corona dan membual tentang langkah-langkah yang diambil untuk mencegah wabah tersebut.

BREAKING NEWS, Masa Suram AS Akibat Corona Mulai Tergambar, Cetak Rekor 1300 Kematian dalam 24 Jam

Di antaranya memotong perjalanan lintas batas dan mengkarantina orang.

Abrams mengatakan militer Korea Utara berada dalam kondisi lockdown selama 30 hari sejak Februari sampai awal Maret.

"Mereka melakukan tindakan kejam di penyeberangan perbatasan negara mereka dan di dalam formasi mereka melakukan persis apa yang orang lain lakukan dalam menghentikan penyebaran (virus)."

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved