Virus Corona

Seluruh Kepala Desa di Jawa Tengah Wajib Siapkan Tempat Isolasi untuk Perantau yang Mudik

Nantinya lanjut dia, setiap perantau yang pulang kampung harus didata dan diisolasi selama 14 hari di tempat-tempat khusus tersebut.

Warta Kota
Sejumlah warga yang henda mudik ke kamlung halaman, disemprot disfektan saat akan naik bis di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/3/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMARANG -- Pemerintah melalui Presiden Joko Widodo menegaskan tidak ada larangan resmi bagi masyarakat untuk mudik saat Hari Raya Idul Fitri 2020 M/1441 H.

Namun, pemudik langsung berstatus orang dalam pemantauan (ODP) sesuai protokol kesehatan yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam menjalankan protokol itu, para pemudik diawasi pemerintah daerah.

Seperti dilansir dari Tribun Jateng, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memerintahkan seluruh Kepala Desa se-Jateng menyiapkan tempat isolasi khusus untuk menampung para pemudik.

Nantinya, setiap perantau yang pulang kampung, wajib di isolasi di tempat khusus itu selama 14 hari.

Luar biasanya, meski baru Jumat malam diperintahkan, namun desa-desa sudah langsung melaksanakan perintah gubernur pagi harinya.

Pengamat Sosial Rudy Darmawanto: Larangan Mudik di Jakarta Bisa Picu Perlawanan Sosial

Sabtu (4/3/2020) pagi Ganjar menerima laporan beberapa desa yang sudah menyiapkan tempat karantina.

Untuk membuktikan, ganjar pun melakukan peninjauan dengan cara gowes keliling ke sejumlah desa.

Dua desa yang dicek Ganjar adalah Desa Ngrapah Kecamatan Banyubiru dan Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang.

Di dua desa itu, Ganjar senang karena warga sudah menyiapkan tempat isolasi khusus bagi pemudik.

Halaman
1234
Editor: Murtopo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved