Virus Corona Jabodetabek
Duduk Perkara Isu Staf KSP Positif Corona, Ngabalin Tak Update Data? Rapid Test Lanjutan Negatif
Ngabalin sempat menyebut ada staf KSP yang positif terinfeksi virus corona. Namun ternyata hasil positif itu baru melalui rapid test awal
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin sempat menyebut ada staf KSP yang positif terinfeksi virus corona.
Namun ternyata hasil positif itu baru melalui rapid test atau tes cepat Covid-19.
Plt Deputi IV KSP Bidang Komunikasi Politik dan Informasi Juri Ardiantoro pun membeberkan fakta sebenarnya.
• Debat Ali Ngabalin Soal Alat Tes Corona, Saking Kesalnya Haris Azhar: Ali Mochtar Dilockdown Aja
• Ali Mochtar Ngabalin Minta Politikus Jangan Politisasi Wabah Virus Corona untuk Pencitraan
Juri mengakui, berdasarkan rapid test yang dilakukan, memang ada sejumlah pegawai yang dinyatakan positif terinfeksi corona.
"Dari hasil rapid test tersebut, beberapa orang dinyatakan positif," kata Juri dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2020).
Namun, untuk mengonfirmasi ulang hasil rapid test itu, dilakukan tes lanjutan berupa tes PCR di salah satu laboratorium dan hasilnya menunjukkan semuanya negatif Covid-19.
• Hari Ini Pendaftaran Terakhir Korban PHK Imbas Corona di Jakarta, di Jatim 7.181 Pekerja Kena PHK
“Jadi hingga Jumat sore ini tidak ada staf KSP yang positif Covid-19. Alhamdulillah semuanya sehat wal afiat,” ujarnya.
Juri mengatakan, staf KSP memang sering berhubungan dengan sejumlah orang dari berbagai lembaga.
Termasuk melakukan sejumlah kontak dengan orang yang di kemudian hari terpapar Covid-19.
Oleh karena itu KSP memutuskan untuk melakukan rapid tes terhadap pegawainya.
• Imbas Wabah Virus Corona, Yamaha Hentikan Sementara Produksi Sepeda Motornya Hingga 2 Pekan
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin sebelumnya menyebut ada seorang pegawai KSP yang dinyatakan Covid-19.
"Ia untuk kepentingan publik kami harus beri tahu bahwa ada staf dari KSP yang positif kena corona," kata Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/4/2020).
Ngabalin menyebut staf yang dinyatakan positif Covid-19 itu sudah menjalani isolasi. Kondisi kesehatannya stabil. "Dia kan masih muda juga," kata dia.
Seorang staf di Kantor Staf Presiden ( KSP) dinyatakan positif corona Covid-19. Hal ini dibenarkan oleh Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin.
• Tak Ada TPS di Lingkungannya, Warga Buang Sampah di Kantor Kecamatan
"Ia untuk kepentingan publik kami harus beri tahu bahwa ada staf dari KSP yang positif kena corona," kata Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/4/2020).
Ngabalin menyebut staf yang dinyatakan positif Covid-19 itu sudah menjalani isolasi. Dia juga menyebut kondisi kesehatan staf tersebut pun stabil.
"Dia kan masih muda juga," kata dia.
"UI Siapkan Guest House untuk Tenaga Medis Ngabalin menyebut, dengan adanya seorang staf yang positif covid-19 , ada kemungkinan akan dilakukan tes corona kepada seluruh pejabat dan staf di KSP.
"Tidak menutup kemungkinan akan dites semua," kata dia.
Keterbukaan Informasi Harus Diukur
Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Desiminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan ( KSP) Juri Ardiantoro menyebut keterbukaan informasi terkait virus corona ( Covid-19) harus diukur dengan baik.
Hal itu, kata dia, dilakukan untuk mencegah kepanikan di masyarakat.
• Marko Simic Lelang Medali Juara Liga 1 2018 untuk Bantu Perangi Virus Corona
"Jadi keterbukaan kemudian harus diukur, apakah keterbukaan itu akan membuat masyarakat semakin waspada atau justru sebaliknya masyarakat akan menjadi semakin panik," kata Juri dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2020).
"Makanya kemudian pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tentu sangat berhati-hati untuk menangani kasus-kasus yang ada dan kemudian penanganan penyebarannya," sambung Juri.
Juri menjelaskan, kepanikan bisa berimbas pada munculnya tindakan yang kontra produktif di masyarakat.
Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah sangat berhati-hati dalam menyampaikan informasi terkait Covid-19.
"Karena itu, memang pemerintah tidak serta merta menggunakan istilah-istilah atau jargon-jargon atau kebijakan-kebijakan yang bisa membuat masyarakat semakin panik gitu," ucap Juri.
• Tak Ada TPS di Lingkungannya, Warga Buang Sampah di Kantor Kecamatan
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengakui, pemerintah merahasiakan sejumlah informasi terkait penanganan Covid-19.
Presiden Jokowi menyebut, tidak semua informasi memang bisa disampaikan ke publik agar tidak menimbulkan kepanikan.
"Saya sampaikan penanganan pandemi Covid-19 terus menjadi perhatian kita. Memang ada yang kita sampaikan dan ada yang tidak kita sampaikan. Karena kita tidak ingin menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat," kata Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat (13/3/2020).
Meski begitu, Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah tanpa henti mengupayakan kesiapan dan ketangguhan dalam hadapi pandemi ini. Langkah-langkah serius, menurut dia, telah diambil untuk menangani pandemi yang jumlahnya di dalam negeri sudah mencapai 34 kasus.
• Asimilasi Covid-19, 200 Narapidana di Lapas Bulak Kapal Bekasi Wajib Lapor Via Video Call
"Tetapi juga saya sampaikan, di saat yang bersamaan kita tidak ingin menciptakan rasa panik, tidak ingin menciptakan keresahan di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, dalam penanganan memang kita tidak bersuara," ujar dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menurut Ngabalin Ada Staf Positif Covid-19, KSP Akan Tes Seluruh Pejabat hingga Pegawai", Penulis : Ihsanuddin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ali-mochtar-ngabalin-tenaga-ahli-utama-kantor-staf-presiden_20180530_111633.jpg)