Breaking News:

Virus Corona

Di Tengah Pandemi Corona IDI Kembali Umumkan 3 Dokter Meninggal, Total Ada 12 dalam Sebulan

Di tengah wabah Corona atau Covid-19, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kembali mengabarkan dokter yang meninggal dunia.

Twitter @PD IDI
Dunia medis kembali berduka dengan meninggal para dokter akibat wabah Covid-19 

"Pemprov DKI Jakarta selalu mengumumkan terkait tenaga kesehatan terpapar covid-19 juga yang meninggal. Nah, secara nasional mungkin diperlukan juga," terang Halik.

"Kami mendukung tenaga kesehatan datanya dibuka sehingga kami juga bisa memberikan anjuran kepada teman-teman sejawat," tambahnya.

Sebelumnya lagi, dikutip dari akun instagram coronavirus.update pada Rabu (1/4/2020) terdapat unggahan berita duka cita atas meninggal kedua dokter tersebtu.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Dua orang dokter sekaligus direktur rumah sakit meninggal dunia karena virus corona. Mereka berasal dari Prabumulih (Sumatera Selatan) dan Jakarta.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Sekjen IDI Adib Khumaedi, Rabu (1/4/2020).

"PB IDI turut berduka cita mendalam atas wafatnya Direktur RSUD Prabumulih dr Efrizal Syamsddin dan dr Ratih Purwarini, Direktur RS Duta Indah Jakarta Utara," demikian keterangan resmi dari PB IDI yang juga dimuat di akun Instagramnya.

 Cerita Putri Dokter Bambang Sutrisna Korban COVID-19: Sesak Sendirian, Meninggal Tanpa Keluarga

 DAFTAR Tujuh Dokter Meninggal Saat Perangi Virus Corona, 6 Terpapar COVID-19, 1 Kena Jantung

Kabar meninggalnya dr Ratih juga dibagikan oleh akun Twitter Komnas Perempuan.

"Komnas Perempuan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya dr. Ratih Purwarini http://M.Si (Alumni Relawan Unit Pengaduan Rujukan Komnas Perempuan)," cuit akun Komnas Perempuan.

Rekan sejawat juga banyak yang memberikan ucapan belasungakawa di media sosial.

Dokter Efrizal meninggal dunia pada 23 Maret dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona.

Dilansir Antara, dr Efrizal merupakan seorang dokter di Kota Prabumulih yang memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta dan Batam.

Ia adalah yang merawat kasus 02 di Sumatera Selatan.

Selain dua dokter itu, IDI juga telah mengumumkan beberapa dokter yang meninggal dunia akibat virus corona. Dua di antaranya adalah guru besar di UI dan UGM.

"Iya betul (positif COVID-19)," kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih, saat dihubungi, Selasa (31/3/2020).

Humas IDI, Halik Malik menyebutkan data terakhir yang dihimpun ada 11 dokter yang meninggal dunia karena COVID-19.

Kemudian satu dokter berikutnya meninggal karena kelelahan.

"Terakhir totalnya sudah 12 dokter yang meninggal, 11 diantaranya terpapar COVID-19, satu dokter meninggal karena kelelahan dalam tugas terkait wabah Corona," katanya.

Diketahui, Informasi dua anggota IDI yang meninggal dunia diunggah oleh akun twitter resmi IDI @PBIDI. Dalam cuitannya, IDI menyampaikan duka yang mendalam.

"IDI berduka," cuit akun twitter @PBIDI.

IDI Bandingkan Keterbukaan Pemerintah Pusat dan Daerah, Hanya DKI yang Umumkan 50 Dokter Terinfeksi

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membandingkan keterbukaan informasi soal tenaga kesehatan yang terinfeksi virus corona (Covid-19) antara pemerintah pusat dengan Pemprov DKI Jakarta.

Keberadaan data tenaga kesehatan yang terinfeksi corona diperlukan untuk menghindari penyebaran penyakit menular kepada pasien lain.

Ketua Umum IDI Daeng M Faqih mengaku, pihaknya tak pernah mendapatkan angka pasti jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi dari pemerintah pusat.

 Info Soal Tenaga Medis yang Terinfeksi Corona, PB IDI Dapat dari Pemprov DKI, Bukan Pemerintah Pusat

 UPDATE PB IDI Minta Tenaga Medis Tanpa APD Tak Perlu Tangani Pasien Corona, Ini Alasannya

Sementara penanganan dan penganggulangan Covid-19 terpusat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami tidak dapat dari pemerintah (pusat), hanya Pemprov DKI Jakarta yang mengumumkan 50 orang (dokter) terinfeksi Covid-19,” kata Daeng saat dihubungi Warta Kota pada Sabtu (28/3/2020).

Daeng mengatakan selain dari Pemprov DKI, pihaknya juga mendapat laporan dari teman sejawatnya di sejumlah daerah.

Misalnya daerah Jawa Timur, Daeng mendapat laporan adanya sembilan dokter dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang terinfeksi virus corona.

 Ada Pandemi Virus Corona, Angbeen Rishi dan Adly Fairuz Menikah Setelah 3 Tahun Pacaran

“Sejauh ini kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan BNPB, termasuk pada kesiapan APD (alat pelindung diri),” ujarnya.

Menurut dia, pada gelombang pertama pihaknya mendapatkan bantuan berupa 105.000 APD. Namun jumlah tersebut masih kurang untuk menjangkau pasien dengan virus corona. “Kami berharap untuk terus ditambah dan secara berkelanjutan ada distribusinya,” ucapnya.

Harus Dilengkapi APD

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta kepada dokter dan perawat yang tanpa dilengkapi alat pelindung diri (APD) untuk tidak menangani pasien virus corona (Covid-19). Hal itu dilakukan demi melindungi dan menjaga keselamatan para tenaga kesehatan.

 Persita Tangerang Dukung Keputusan PSSI Hentikan Liga 1 2020 karena Wabah Virus Corona

“Kalau petugas kesehatan nekat merawat pasien Covid-19 tanpa pakai APD, maka langsung tertular dan jadi sakit,” kata Ketua Umum IDI Daeng M Faqih saat dihubungi Warta Kota pada Sabtu (28/3/2020).

Daeng mengatakan, bila petugas kesehatan tersebut sakit, mereka justru tidak bisa menangani pasien lain. Bahkan mereka juga dapat menjadi beban perawatan bagi rekan sejawatnya yang juga menangani pasien lain.

 Komentar Masseur PS Tira Persikabo Terkait Dihentikannya Liga 1 2020 Akibat Virus Corona

“Kalau petugas kesehatan banyak yang tumbang, nanti siapa lagi yang akan merawat pasien yang semakin banyak,” ujar Daeng.

Karena itulah, Daeng mengimbau kepada para tenaga kesehatan untuk bijaksana menyikapi kondisi. Apabila dilengkapi APD, mereka diwajibkan menangani pasien.

Namun sebaliknya, bila tanpa dilengkapi APD mereka tidak diperkenankan merawat pasien Covid-19. “Sebagai tenaga kesehatan, mereka juga memiliki risiko untuk tertular Covid-19,” jelasnya.

 Striker PSMS Medan Azka Fauzi Khawatir Terhadap Wabah Virus Corona atau Covid-19-19

Surat Pernyataan Bersama

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama empat organisasi profesi lainnya mengeluarkan surat pernyataan bersama.

Surat itu berisi tentang imbauan kepada para tenaga kesehatan yang tanpa dilengkapi alat pelindung diri (APD) agar tak perlu menangani pasien virus corona (Covid-19).

Ketua Umum IDI Daeng M Faqih saat dikonfirmasi Warta Kota pada Sabtu (28/3/2020) mengakui adanya surat pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat (27/3/2020) tersebut.

 Konser Musik #dirumahaja Garapan Najwa Shihab Hari Ini, Ada Ari Lasso, Iwan Fals hingga Didi Kempot

Selain IDI, ada empat organisasi profesi lainnya seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Berdasarkan data yang diterima, surat pernyataan tersebut berisi; Kami organisasi profesi yang terlibat dalam penatalaksanaan pasien dalam kondisi wabah Covid-19 menyampaikan pernyataan sebagai berikut

1. Dalam kondisi wabah saat ini kemungkinan setiap pasien yang kami periksa adalah orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP) atau pasien Covid-19.

2. Jumlah tenaga kesehatan yang terjangkit Covid-19 semakin meningkat bahkan sebagian meninggal dunia.

3. Setiap tenaga kesehatan berisiko untuk tertular Covid-19.

 Tim Diliburkan, Masseur PS Tira Persikabo Pulang Kampung dan Main Sepakbola

Maka, kami meminta terjaminnya alat pelindung diri (APD) yang sesuai untuk setiap tenaga kesehatan.

Bila hal ini tidak terpenuhi, maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien Covid-19, demi meilindungi dan menjaga keselamatan sejawat.

Karena sejawat yang tertular Covid-19, selain akan jatuh sakit akan berdampak pada terhentinya pelayanan penanganan kepada pasien serta dapat menularkan kepada pasien lain.

Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya. Mengetahui dan menyetujui Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Daeng M Faqih, ditanda tangani. (faf)

(Tribunnews.com/Daryono/Wahyu Gilang P/Wartakotalive.com)

 

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bertambah Lagi Dokter Meninggal, IDI Kabarkan dr Lukman Shebubakar Tutup Usia, 

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved