Virus Corona

Mabes Polri Larang Mudik Seluruh Personelnya Termasuk Keluarga, Ini Penjelasannya

Semua instruksi dalam TR terkait mudik itu sebagai langkah dan bentuk dukungan Polri kepada pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19.

Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Meski tampak sepi, tercata masih ada ratusan pemudik yang pulang kampung dari Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur pada Kamis (2/4/2020). 

Pemerhati Public Health dan Pakar Telematika Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo ikut berkomentar tentang tindakan Mensesneg yang meralat ucapan Fadjroel itu.

Roy menyebut, dengan kejadian itu, Presiden Joko Widodo dikelilingi oleh pihak-pihak yang ia sebut sebagai 'kurawa'.

Sehingga, kebijakan yang dihasilkan tidak benar-benar maksimal.

 Klarifikasi Presenter Soraya Rasyid dan Angela Tee Terkait Viral Video Mesum di Media Sosial

 Menkes Terawan Agus Putranto Sebut Pemerintah Gunakan Tamiflu untuk Obat Covid-19

Roy mengistilahkannya dengan 'kebijakan yang ambyar'.

"Tweeps, Benar khan Satu-persatu Saran saya tempo hari? Setelah TKA (Ilegal) China mulai dipulangkan (meski blm semua), Hari ini @KemensetnegRI mengklarifikasi Ucapan JuBir @fadjroeL  Memang Pak @jokowi ini dikelilingi "Kurawa" (dlm Arti di Pewayangan), shg kebijakan2nya AMBYAR," tulis Roy Suryo dikutip Warta Kota dari akun Twitternya.

Dalam budaya pewayangan Jawa, istilah ini merujuk kepada kelompok antagonis dalam wiracarita Mahabharata, sehingga Korawa adalah musuh bebuyutan para Pandawa.

Roy Suryo beberapa hari sebelumnya juga sempat mengusulkan untuk mengganti juru bicara yang sering berbicara 'ngaco'

"Mari kita #BersatuLawanCorona 
Ini kiat2nya:
1. Cermat memilih Obat & Test-Kit, Jangan Trial-and-Error
2. Stop benar2 TKA China yg masih masuk
3. Tunda dulu Pemindahan Ibukota
4. Pecat Menteri, Jubir & Stafsus yg ngaco
InsyaaAllah kita bisa@BNPB_Indonesia," tulisnya.

 Roy Suryo: Hentikan Masuknya TKA Cina, Tunda Pemindahan Ibukota, Pecat Menteri dan Jubir yang Ngaco

 Sikap Politik Komite I DPD RI Soal Penggunaan Dana Desa untuk Cegah dan Tanggulangi Pandemi Covid-19

Masyarakat bingung

Selain Roy Suryo, banyak warganet menyesalkan tindakan jubir presiden yanh dinilai menunjukkan ketidakkekompakan pemerintah pusat dalam hal komunikasi publik.

 Sudah Peringatkan Lockdown Tapi Tidak Digubris, Fadli Zon: Negara Sudah Kehilangan Pemimpin

Seorang netter berkomentar pada video yang diunggah Fadjroel, memprediksi terjadi situasi yang 'kacau' dalam tubuh pemerintah untuk hal komunikasi publik.

"Dari anda saya jadi tahu bahwa komunikasi di atas sana tidak sedang baik-baik saja. Anda memperlihatkan bahwa ada yang cukup "kacau" di atas sana," tulis akun @wahyou Wahyono.

"Yg benar yg mana nih ? Jgn bikin kacau negeri ini dlm kondisi skrg. Ngmg keluar itu mesti dijaga dulu, pak. Ini apa2 skrg politis, tensi tinggi, ditambah virus merajalela," tulis netter bernama Hainam.

Netter bernama Zakaria bahkan bingung dengan sikap pemerintah terkait mudik ini.

Ia menulis, "Kemaren tidak boleh, sekarang boleh, besok tidak boleh, besoknya boleh.. Jubir kok ngaco?"   

 

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved