Breaking News:

Virus Corona

KAPOLSEK Kembangan Dicopot Karena Gelar Pesta Nikah Saat Pandemi Covid-19, IPW Apresiasi

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengapresiasi langkah cepat Kapolda Metro Jaya mencopot Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Hertanto Soebijoto
Instagram @ricafahrulstry_
Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana dan istrinya Rica Andriani 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Net S Pane mengapresiasi langkah cepat Kapolda Metro Jaya yang mencopot Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana karena melanggar Maklumat Kapolri, dengan menggelar resepsi pernikahan di hotel mewah di Jakarta, di tengah wabah Corona.

"Langkah tegas seperti ini perlu dilakukan jajaran kepolisian kepada anggotanya yang mbalelo, agar Maklumat Kapolri itu punya wibawa dan tidak gampang dilecehkan, terutama oleh para polisi muda. Sehingga sangat tepat, buntut dari pesta pernikahannya itu, Kompol Fahrul dimutasi dan dicopot dari jabatannya serta diperiksa Propam," papar Neta kepada Warta Kota, Kamis (2/4/2020).

Namun, katanya dalam melakukan penegakan hukum di lingkungannya, elit Polri harus bersikap adil.

Selain Kompol Fahrul menurut Neta masih ada tiga perwira lain yang 'bermasalah' berkaitan dengan wabah Corona.

"Yakni Dirreskrimum Polda Metro Jaya yang bikin acara bagi bagi masker di Tanah Abang sehingga ada kerumunan massa, Kapolda Sulut yang bikin acara sepeda di Manado, dan Kapolda Sultra yang 'membela' 49 TKA Cina hingga lolos masuk ke pedalaman Sultra," kata Neta.

 Alhamdulillah, Empat Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh, Saat Dirawat Mereka Rajin Konsumsi Ini

 Hindari Corona, Raja Thailand Boyong 20 Selirnya ke Jerman

 Tiap Sekolah Diminta Sumbangan Rp 100 Ribu buat Bantu Orang Tua yang Kesulitan Kuota Internet

 Warga Komplek Perumahan di Depok Terapkan Karantina Lokal, Ojek Online Dilarang Masuk

Ketiga pamen dan pati Polri ini katanya belum kena sanksi apapun.

"Jangan gegara mereka pamen dan pati tidak kena hukuman, sementara seorang Kapolsek dengan gampang 'ditendang'dan dicopot serta diperiksa Propam," katanya.

Jika itu yang terjadi, menurut Neta, maka publik akan menilai bahwa Maklumat Kapolri itu beraninya cuma dengan Kapolsek dan takut dengan Kapolda.

"Konsekuensi melanggar Maklumat Kapolri, seperti yang dilakukan Kapolsek Kembangan ini, yang bersangkutan harus dimutasi dan ditarik untuk pemeriksaan Propam," katanya.

 Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Meninggal, Kantor Ditutup 10 Hari

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved