Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Rindu Teman-teman, Siswa SMK di Kebon Jeruk Ini Ingin Kembali ke Sekolah

Siswa SMK Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Muhammad Raka, lebih memilih belajar di kelas dibandingkan belajar di rumah.

Istimewa
Contoh sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SMAN 78 Jakarta. Siswa SMK Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Muhammad Raka, lebih memilih belajar di kelas dibandingkan belajar di rumah, Rabu (1/4/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBON JERUK - Siswa SMK Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Muhammad Raka, lebih memilih belajar di kelas dibandingkan belajar di rumah.

Selama dua pekan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Raka tidak dapat bertemu teman-temannya.

Raka mengaku selama ini tidak ada masalah dengan sistem belajar PJJ. Biasanya setiap malam ia membuka website yang diperuntukan untuk PJJ di sekolahnya.

Disitu siswa kelas X itu langsung dapat mengakses tugas-tugas yang dikirimkan oleh guru mereka.

"Hampir setiap mata pelajaran setiap harinya ada tugas. Deadline pengerjaannya seminggu," kata Raka dihubungi Rabu (1/4/2020).

 Alhamdulillah, Empat Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh, Saat Dirawat Mereka Rajin Konsumsi Ini

 Hindari Corona, Raja Thailand Boyong 20 Selirnya ke Jerman

 Tiap Sekolah Diminta Sumbangan Rp 100 Ribu buat Bantu Orang Tua yang Kesulitan Kuota Internet

 Warga Komplek Perumahan di Depok Terapkan Karantina Lokal, Ojek Online Dilarang Masuk

Biasanya ia mengerjakan tugasnya bersama temannya. Website itu kata Raka ramah dibuka di smartphone.

"Biasa berdua ngerjainnya sama temen biar enggak sepi-sepi amat," ujar Raka.

Namun meski tidak ada hambatan dalam sistem PJJ yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta, ia tetap saja lebih memilih belajar di kelas.

"Sudah rindu teman-teman. Enakan di sekolah kemana-mana deh pokoknya,"jelas Raka.

Bukan hanya itu, ia juga mulai mengeluh soal uang jajannya. Pasalnya selama PJJ berlangsung, orang tuanya menganggap hal itu sama dengan liburan sehingga uang jajan Raka dikurangi.

 Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Meninggal, Kantor Ditutup 10 Hari

"Biasa dapat Rp 20.000 ini malah jadi Rp 10.000. Pokoknya enakan belajar di sekolah kemana-mana," ungkap Raka.

Diketahui sudah dua minggu ini sistem PJJ diterapkan oleh DKI Jakarta. Hal itu sebagai upaya pencegahan dini penularan virus corona yang mulai mewabah di Jakarta awal bulan Maret lalu. (m24)

Penulis: Desy Selviany
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved