Bursa Saham

Presiden Jokowi Umumkan Stimulus, IHSG kok Malah Anjlok ke Zona Merah?

IHSG melemah 1,61% ke level 4.466,037 setelah sebelumnya menyentuh titik tertingginya di level 4.627,418.

thinkstockphotos
Ilustrasi. ndeks harga saham gabungan atau IHSG terkena dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Jika melihat perdagangan pekan ini, IHSG sudah merosot 2,24 persen ke level 6.178. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  ditutup di zona merah pada perdagangan perdana bulan April ini.

Padahal, IHSG sempat melenggang di zona hijau di awal perdagangan.

IHSG melemah 1,61% ke level 4.466,037 setelah sebelumnya menyentuh titik tertingginya di level 4.627,418.

Bersamaan, pelemahan IHSG hari ini, Rabu (1/4) juga diikuti dengan aksi jual bersih (net sell) yang dilakukan investor asing, yakni sebesar Rp 69,14 miliar di pasar regular dan Rp 69,73 miliar di semua pasar.

Puji Jokowi dan Dukung Menko Luhut, Ruhut Sitompul: Ngotot Lockdown Ketahuan Niat Busuknya

Anya Geraldine Unggah Video Sedang Mandi Susu Pakai Baju Seksi, Bikin Geger Penggemar

Namun, IHSG justru melemah sesaat setelah Presiden Jokowi mengumumkan adanya stimulus berupa penambahan alokasi belanja dan pembiayaan dalam APBN 2020 sebesar Rp 405,1 triliun untuk penanganan virus Corona (Covid-19).

Lantas, apa yang menyebabkan IHSG keok di saat pemerintah memberikan guyuran dana jumbo untuk penanganan Covid-19?

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai, pasar cenderung wait and see dan menunggu realisasi dari stimulus tersebut. Sebab, dampak stimulus tersebut terhadap sektor riil membutuhkan waktu.

Klarifikasi Presenter Soraya Rasyid dan Angela Tee Terkait Viral Video Mesum di Media Sosial

“Jadi, ada semacam jeda waktu tunggu yang perlu diperhatikan apakah pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik. Jadi, semacam ada keraguan di pasar,” ujar Aria kepada Kontan.co.id, Selasa (1/4).

Di sisi lain, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan IHSG hari ini tidak lepas dari pelemahan bursa global yang mayoritas bergerak negatif.

Selain itu, Menteri Keuangan yang mengumumkan skenario terburuk pertumbuhan ekonomi domestik bisa tumbuh -0,4% tahun ini direspon negatif oleh pelaku pasar.

Halaman
123
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved