Breaking News:

Virus Corona

Pengurus IDI Umumkan Kembali Ada 2 Dokter Meninggal karena Virus Corona

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Dua orang dokter sekaligus direktur rumah sakit meninggal dunia karena virus corona.

Kolase foto Twitter IDI/Tribunnews
IDI kehilangan 2 dokter lagi akibat virus corona, Rabu (1/4/2020) 

“Kalau petugas kesehatan nekat merawat pasien Covid-19 tanpa pakai APD, maka langsung tertular dan jadi sakit,” kata Ketua Umum IDI Daeng M Faqih saat dihubungi Warta Kota pada Sabtu (28/3/2020).

Daeng mengatakan, bila petugas kesehatan tersebut sakit, mereka justru tidak bisa menangani pasien lain. Bahkan mereka juga dapat menjadi beban perawatan bagi rekan sejawatnya yang juga menangani pasien lain.

 Komentar Masseur PS Tira Persikabo Terkait Dihentikannya Liga 1 2020 Akibat Virus Corona

“Kalau petugas kesehatan banyak yang tumbang, nanti siapa lagi yang akan merawat pasien yang semakin banyak,” ujar Daeng.

Karena itulah, Daeng mengimbau kepada para tenaga kesehatan untuk bijaksana menyikapi kondisi. Apabila dilengkapi APD, mereka diwajibkan menangani pasien.

Namun sebaliknya, bila tanpa dilengkapi APD mereka tidak diperkenankan merawat pasien Covid-19. “Sebagai tenaga kesehatan, mereka juga memiliki risiko untuk tertular Covid-19,” jelasnya.

 Striker PSMS Medan Azka Fauzi Khawatir Terhadap Wabah Virus Corona atau Covid-19-19

Surat Pernyataan Bersama

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama empat organisasi profesi lainnya mengeluarkan surat pernyataan bersama.

Surat itu berisi tentang imbauan kepada para tenaga kesehatan yang tanpa dilengkapi alat pelindung diri (APD) agar tak perlu menangani pasien virus corona (Covid-19).

Ketua Umum IDI Daeng M Faqih saat dikonfirmasi Warta Kota pada Sabtu (28/3/2020) mengakui adanya surat pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat (27/3/2020) tersebut.

 Konser Musik #dirumahaja Garapan Najwa Shihab Hari Ini, Ada Ari Lasso, Iwan Fals hingga Didi Kempot

Selain IDI, ada empat organisasi profesi lainnya seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Berdasarkan data yang diterima, surat pernyataan tersebut berisi; Kami organisasi profesi yang terlibat dalam penatalaksanaan pasien dalam kondisi wabah Covid-19 menyampaikan pernyataan sebagai berikut :

1. Dalam kondisi wabah saat ini kemungkinan setiap pasien yang kami periksa adalah orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP) atau pasien Covid-19.
2. Jumlah tenaga kesehatan yang terjangkit Covid-19 semakin meningkat bahkan sebagian meninggal dunia.
3. Setiap tenaga kesehatan berisiko untuk tertular Covid-19.

 Tim Diliburkan, Masseur PS Tira Persikabo Pulang Kampung dan Main Sepakbola

Maka, kami meminta terjaminnya alat pelindung diri (APD) yang sesuai untuk setiap tenaga kesehatan.

Bila hal ini tidak terpenuhi, maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien Covid-19, demi meilindungi dan menjaga keselamatan sejawat.

Karena sejawat yang tertular Covid-19, selain akan jatuh sakit akan berdampak pada terhentinya pelayanan penanganan kepada pasien serta dapat menularkan kepada pasien lain.

Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya. Mengetahui dan menyetujui Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Daeng M Faqih, ditanda tangani. (Fitriyendi Al Fadjri)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved