Bawang Bombai Bikin Inflasi Jakarta Bulan Maret 2020 Tembus 0,33 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat, nilai inflasi Jakarta pada Maret 2020 mencapai 0,33 persen.

nova.grid.id
Bawang Bombai 

WARTAKOTALIVE, GAMBIR - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat, nilai inflasi Jakarta pada Maret 2020 mencapai 0,33 persen.

Inflasi disebabkan adanya kenaikan harga, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga mengatakan, ada perbedaan yang signifikan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 0,14 persen.

Polri Hapus Denda Telat Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Sampai 29 Mei 2020

Inflasi pada Bulan Maret ini disebabkan naiknya harga pada kelompok bahan makanan sebesar 0,94 persen.

Naiknya harga bawang bombai menjadi penyebab utama inflasi pada kelompok makanan.

“Komoditas ini menyumbang inflasi sebesar 0,08 persen terhadap inflasi kelompok makanan,” kata Buyung berdasarkan keterangan tertulis, Rabu (1/4/2020).

Rapid Test Covid-19 untuk Anggota DPR dan Keluarganya Batal Digelar, Diserahkan ke Komisi dan Fraksi

Buyung mengatakan, hal ini juga pernah dijelaskan oleh Menteri Perdagangan Agus Suparman beberapa waktu lalu.

Saat itu, Agus mengungkapkan, tingginya harga bawang Bombai di pasaran karena stok mulai menipis.

Kelangkaan bawang Bombai terjadi semenjak isu Virus Corona memasuki India, negara pemasok utama bawang Bombai untuk Indonesia.

TAK Ada Warga Kepulauan Seribu yang Terinfeksi Covid-19, Ini Penyebabnya

Dengan andil sebesar 0,08 persen, kata dia, bawang Bombai menjadikan bagian dari inflasi pada kelompok makanan sebesar 0,20 persen.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved