Virus Corona Jabodetabek

Rapid Test di Jakarta Pusat Diikuti 1.900 Orang, Pasien Positif Virus Corona Tak Lebih dari 1 Persen

"Kita itu ada 2.000 alat uji di 8 puskesmas dan 5 RSUD di Jakarta Pusat. Laporan tadi malam sudah 1.900, sisanya untuk RSUD dalam kondisi darurat.."

Instagram kodim0503_jb
Rapid test COVID-19 di Masjid Jami Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (26/3/2020). 

"Hasilnya kecil sekali yang positif kurang dari satu persen. Karena memang rapid test ini kurang sensitif secara umum tapi paling tidak kita lakukan screening, kalo negatif nanti kita ulangi lagi 10 hari ke depan..." 

PEMPROV DKI Jakarta telah melakukan rapid test kepada tenaga medis, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) beberapa minggu lalu.

Di Jakarta Pusat sendiri khususnya sudah dilaksanakan rapid test sejak Rabu (25/3), saat ini terdata sudah 1.900 orang yang telah menjalani rapid test itu.

"Kita itu ada 2.000 alat uji di 8 puskesmas dan 5 RSUD di Jakarta Pusat. Laporan tadi malam sudah 1.900, sisanya diperuntukkan ke RSUD dalam kondisi darurat," kata Kasudin Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari, Selasa (31/3/2020).

Diisolasi 5 Hari Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Mulai Mengeluh, Gagal Pulang karena Virus Corona

Alat Rapid Test Covid-19 Kurang, Pemkab Bekasi Pesan 4.000 Unit

1.000 Orang Lakukan Rapid Test di Kabupaten Bekasi, Hasilnya 2 Positif Covid-19

Menurut Erizon dari alat tersebut hanya sedikit pasien yang dinyatakan positif saat rapid test, bahkan tak sampai satu persen dari jumlah pasien yang melakukan rapid test.

Hal ini menurut Erizon karena alat rapid test memang kurang sensitif.

Mengatasi hal itu, pihaknya pun melakukan screening dengan melakukan pengambilan sample darah dari ujung jari maupun pembuluh darah dan hasilnya akan lebih cepat.

"Hasilnya kecil sekali yang positif kurang dari satu persen. Karena memang rapid test ini kurang sensitif secara umum tapi paling tidak kita lakukan screening, kalo negatif nanti kita ulangi lagi 10 hari ke depan," katanya.

Sedangkan untuk pasien yang positif pihaknya juga langsung melakukan langkah swap namun hasilnya akan diketahui 5 sampai 10 hari ke depan.

"Ada juga yang setelah diperiksakan dengan rapid test dilarikan ke rumah sakit rujukan. Alasanya warga tersebut mengalami sesak nafas yang membutuhkan perawatan lebih lanjut," terangnya.

Halaman
1234
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved