Virus Corona

Pemprov Jakarta Tutup Terminal Bus, PO Gapuraning Rahayu Kandangkan Seluruh Armadanya

Menyusul tertutupnya Jakarta untuk seluruh bus AKAP terhitung sejak pukul 18.00 Senin (30/3) sore, PO GR sudah mengandangkan 50 armadanya

Warta Kota/Desy Selviany
Suasana Terminal Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat (27/3/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, CIAMIS -- Pemprov Jakarta menutup seluruh terminal bus dan melarang operasional bus antar kota antar provinsi (AKAP) termasuk menyetop operasional bus pariwisata  untuk meminimalisasi penyebaran virus corona.

Hal itu membuat sejumlah Perusahaan Otobus (PO) yang memiliki trayek ke Jakarta mengandangkan armada mereka.

Seperti yang dilakukan oleh Perusahaan Otobus (PO) asal Ciamis, Gapuraning Rahayu yang terpaksa mengandangkan puluhan armadanya menyusul ditutupnya Jakarta bagi operasional seluruh bus dari daerah yang punya trayek tujuan Jakarta mulai pukul 18.00 Senin (30/3/2020) sore.

“Mulai hari ini sejak tadi siang, armada kami sudah tidak mengangkut penumpang lagi ke Jakarta. Seluruh bus dikandangkan di pool. Kondisi serupa juga dialami PO bus lainnya,” ujar Rd Ekky Bratakusumah, menajer PO Bus Gapuraning Rahayu (GR) kepada Tribun Senin (30/3).

DKI Keluarkan Surat Penghentian Layanan Bus di Terminal Demi Tekan Penyebaran Virus Corona

Menyusul tertutupnya Jakarta untuk seluruh bus antara kota antar provinisi terhitung sejak pukul 18.00 Senin (30/3) sore, menurut Ekky, PO GR sudah mengandangkan 50 armada bus di pool GR di jalan raya Ciamis-Banjar blok Pamalayan.

Semuanya merupakan bus dengan trayek Wangon/Cilacap – Terminal Kalideres, terminal Kampung Rambutan dan Terminal Lebak Bulus Jakarta.

“Semuanya bus pemberangkatan dari wilayah Cilacap tujuan Jakarta. Kami tidak punya trayek dari Ciamis,” jelasnya.

Dishub DKI Jakarta Hentikan Layanan Bus di Terminal Tanpa Sosialisasi

Selain bus penumpang umum, PO GR juga mengandangkan sekitar 40 armada bus pariwisatanya.

Selain tertutupnya Jakarta bagi seluruh operasional bus penumpang dan bus pariwisata terhitung Senin (30/3/2020), sejumlah daerah juga mulai melakukan penyekatan dengan penjagaan ketat di akses jalan masuk di perbatasan masing-masing daerah. 

Meski puluhan armada busnya dikandangkan, PO GR kata Ekky tidak merumahkan kru busnya baik itu sopir maupun kernet.

“Semua karyawan tetap masuk.  Cuma kerjanya diarahkan untuk maintenance mobil, kebersihan maupun cek mesin dan sebagainya. Pokoknya mereka tetap kerja, dan tetap digaji ,” ujar Ekky.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Jakarta Tertutup Bagi Bus Antar Kota, PO Bus di Ciamis Kandangkan Bus, Karyawan Tetap Digaji

Editor: Murtopo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved