Virus Corona Jabodetabek

Pemkot Depok Belum Terima Arahan Terkait Pemberian Bantuan Rp 500.000 bagi Warga Miskin Baru

Dadang Wihana mengaku, saat teleconference dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pihaknya hanya membahas mengenai simulasi karantina.

Dok. Wartakotalive.com
Dadang Wihana 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Pemerintah Kota Depok hingga kini belum juga menentukan tindakan terkait regulasi dari Pemerintah Pusat yang akan membantu warga miskin baru dengan bantuan tunai Rp 500.000 per kepala keluarga yang penghasilannya terganggu akibat pandemi Covid-19.

Hal ini dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana.

"Belum ada (pembahasan), saya malah belum tahu (ada kebijakan tersebut)" kata Dadang kepada wartawan seusai teleconference dengan Gubernur Jawa Barat di Balai Kota Depok, Senin (30/3/2020).

Bilik Disinfektan ternyata Berbahaya, Pemerintah Minta Jangan Gunakan Lagi

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19: Disinfektan Tak Efektif Lindungi Manusia dari Virus Corona

Hati-hati, Disinfektan Tidak untuk Disemprotkan ke Tubuh, Ini Bahayanya dalam Jangka Panjang

Dadan mengaku, saat teleconference dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pihaknya hanya membahas mengenai simulasi karantina.

Dengan demikian, Dadan mengatakan terkait adanya aturan yang menyebutkan bahwa warga miskin baru akan diberikan bantuan, Pemkot Depok sendiri belum mendapatkan informasi tersebut.

Berbeda dengan Bekasi, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku sudah mendapat arahan terkait regulasi pemberian bantuan yang sedianya diberikan berupa uang dan sembako kepada 100.000 Kepala Keluarga kurang mampu.

"Belum (di data) karena memang belum ada arahan itu," tutur Dadang.

Jas hujan sebagai APD

Sebelumnya, Dadang Wihana juga mengatakan, di tengah keterbatasan Persediaan stok Alat Pelindung Diri (APD), dirinya mengaku salut atas perjuangan para tenaga medis.

Ketika langkanya APD, para petugas kesehatan puskesmas terpaksa harus menggunakan jas hujan plastik untuk digunakan sebagai APD.

Dadang mengatakan hal itu adalah kreasi dan swadaya para tenaga kesehatan di tengah keterbatasan APD pada situasi yang sangat darurat.

 Dua Orang Ini Belanja Pakai APD, Sementara Petugas Puskesmas Pakai Jas Hujan Saat Tangani Pasein

Halaman
12
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved