La Liga Spanyol
Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone Sedang Bersedih, Ini Alasannya
Diego Simeone tengah berduka. Pelatih Atletico Madrid itu berduka lantaran pemain muda Atletico meninggal dan klub akan memotong gajinya.
Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
WARTAKOTALIVE.COM, MADRID - Diego Simeone tengah berduka. Pelatih Atletico Madrid itu berduka lantaran pemain muda Atletico meninggal dan klub akan memotong gajinya.
Pemain Akademi Atletico Madrid 2013-2014, Christian Minchola, meninggal pada Sabtu kemarin. Namun, meninggalnya pemain berusia 14 tahun itu tidak ada kaitannya dengan virus corona yang tengah mewabah di Spanyol.
Diego Simeone berduka atas berpulangnya remaja tersebut. Dilansir dari as.com, dia mendoakan agar almarhum Minchola tenang berada di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
"Dengan sepenuh hati saya mengirimkan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman Kristen. Beristirahatlah dengan tenang," kata Simeone.
Kapten Atletico, Koke, juga bersedih atas meninggalnya Minchola. Koke berharap wafatnya Minchola tidak mematahkan semangat pemain di Akademi Atletico Madrid.
"Kemarahan dan rasa sakit, karena harus mengucapkan selamat tinggal kepada Christian Minchola. Hidup ini sangat tidak adil. Bangga bahwa Anda mengenakan baju ini," tandas Koke.
CEO Atletico Madrid, Miguel Angel Gil menyatakan bahwa kepergiaan Minchola dalam suasana Spanyol yang mengalami krisis Covid-19 telah memukul keluarga besar
Atletico Madrid.
Sebab itu, ia memerintahkan untuk mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati kepergian Minchola untuk selamanya.
"Saya telah memerintahkan agar bendera di luar Stadion Wanda Metropolitano dikibarkan setengah tiang. Penghormatan ini juga ditujukan kepada pendukung Atletico yang meninggal akibat virus corona," tutur Miguel Angel Gil.
Rasa duka juga ditunjukkan Simeone lantaran Atletico Madrid mengumumkan akan melakukan pemotongan gaji kepada seluruh civitas Los Rojiblancos, julukan Atletico.
Pemotongan gaji tersebut dilakukan untuk mengatasi krisis keuangan yang dialami klub tersebut. Atletico mengalami kerugian lantaran ditundanya kompetisi La Liga Spanyol musim ini.
Sedangkan pengeluaran Atletico per bulannya mencapai 500 juta euro atau Rp 7,9 triliun. Pengeluaran terbanyak Atletico adalah membayar utang atas pembangunan Stadion Wanda Metropolitano dan pembayaran gaji pemain.
Pemotongan gaji tersebut akan berdampak besar bagi Simeone. Pelatih berusia 49 tahun yang memiliki gaji 43,6 juta euro atau Rp 654 miliar per tahun itu akan dipotong gajinya per bulan sebesar 1 juta euro atau Rp 7,9 miliar per bulan.
Menanggapi hal itu mantan pelatih Racing Club itu menyatakan bahwa krisis keuangan yang dialami hampir klub sepak bola di dunia akibat Covid-19 tersebut memukul persepak bolaan. Sebab itu, untuk mengtasinya, maka klub harus mulai berhemat.
Atletico Madrid merupakan klub kelima yang menyatakan dalam krisis keuangan akibat dampak ditundanya La Liga Spanyol 2019-2020. Sebelumnya ada empat klub yang menyatakan krisis keuangan. Mereka adalah Barcelona, Real Madrid, Valencia, dan Sevilla.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/diego-simeone_20181020_131229.jpg)