Breaking News:

Lockdown Tegal

Cuekin Pemerintah Pusat, Walikota Tegal Siapkan Rp42 Miliar Penuhi Kebutuhan Warga Selama Lockdown

Mengenai anggaran yang disiapkan untuk isolasi wilayah, Dedy telah menyiapkan Rp 27 miliar untuk kebutuhan 4 bulan ke depan.

(KOMPAS.com/Tresno Setiadi)
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 menggelar konferensi pers di Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020) 

Pemerintah Kota Tegal selesai menutup 35 ruas jalan dengan pembatas beton atau beton movable concrete barrier (MCB) pada Senin ini.

Klarifikasi Presenter Soraya Rasyid dan Angela Tee Terkait Viral Video Mesum di Media Sosial

Rela dibenci

Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Dedy Yon Supriyono sebelumnya memutuskan untuk mengambil kebijakan local lockdown dengan menutup akses keluar masuk kota selama empat bulan ke depan. 

Langkah kontroversial Dedy itu diambil menyusul munculnya kasus pertama warga Kota Tegal yang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona (Covid-19) pada Rabu (25/3). 

"Warga harus bisa memahami kebijakan yang saya ambil. Kalau saya bisa memilih, lebih baik saya dibenci warga daripada maut menjemput mereka," kata Dedy, saat konferensi pers terkait satu warganya yang positif corona, di Balai Kota Tegal, Rabu (25/3) malam.

 Sudah Peringatkan Lockdown Tapi Tidak Digubris, Fadli Zon: Negara Sudah Kehilangan Pemimpin

 Seorang Pasien Positif Corona Diduga Kabur dari RS Numpang Mobil Ambulans, Pemda Langsung Lockdown

Dedy mengatakan, pihaknya akan menutup akses masuk ke Kota Bahari itu dengan beton movable concrete barrier (MCB) mulai 30 Maret sampai 30 Juli 2020. 

Akses masuk tidak lagi ditutup menggunakan water barrier yang sudah diterapkan sebelumnya hanya di sejumlah titik. 

"Termasuk seluruh wilayah perbatasan akan kita tutup, tidak pakai water barrier namun MCB beton. Yang dibuka hanya jalan provinsi dan jalan nasional," kata Dedy. 

 Kata WHO Masa Lockdown Bakal Diperpanjang, Lalu Kapan Wabah Virus Corona Berakhir?

Menurut Dedy, alasan untuk melakukan penutupan akses yang ia sebut sebagai local lockdown penuh, adalah untuk mencegah penyebaran corona masuk ke Kota Tegal. 

Pasalnya, dengan ditemukannya pasien positif corona, maka Kota Tegal sudah masuk zona merah darurat corona. 

Halaman
1234
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved