Berita Video

VIDEO: Kisah Getir Kaum Difabel Tangerang Mengais Rezeki di Tengah Ancaman Corona

"Kebanyakan memang yang betulin sepeda itu anak - anak komplek dekat sini. Tapi semenjak ramai virus corona, mereka enggak keluar dan datang ke sini l

Warta Kota/Andika Panduwinata
Iif Marzuki (45) memegangi slang pengisian angin di depan rumahnya. Pria berkebutuhan khusus itu tetap mencari rezeki di tengah ancaman virus corona saat ini. 

Iif Marzuki (45) memegangi slang pengisian angin di depan rumahnya. Pria berkebutuhan khusus itu tetap mencari rezeki di tengah ancaman virus corona saat ini.

Berjalan terlihat pincang, pria berusia 45 tahun itu membereskan peralatan kerjanya. Ia berprofesi sebagai penambal ban dan bengkel sepeda.

Iif membuka usahanya itu di depan rumahnya, Jalan Siswa Raya RT 04 / RW 05 Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Raut wajahnya tampak murung.

Sebab lapak usahanya itu tampak sepi. Tak ada satu pelanggan pun yang datang.

Difabel tuna daksa tersebut hanya bisa pasrah. Padahal ia harus menghidupi istri dan dua anak perempuannya.

Sang istri bernama Eer (35) hanya membuka warung kecil - kecilan untuk menopang roda perekonomian suaminya itu. Belum lagi kedua anaknya yakni Wulan (16) dan Bela (6) masih duduk di bangku sekolah.

"Bingung sepi begini semenjak ramai - ramai ada virus corona," ujar Iif saat dijumpai Warta Kota di kediamannya, Tangerang, Minggu (29/3/2020).

Kegetiran pun sangat terasa dalam hidupnya. Sudah beberapa hari ini Iif sangat minim penghasilan.

"Sudah hampir seminggu sepi. Paling yang datang sehari cuma satu orang itu juga hanya tambal ban saja," ucap pria yang mengenakan kaos orange dan celana jeans tersebut.

Iif menyebut tarif isi angin hanya diminta Rp. 1.000 saja. Dirinya pun tak mematok harga tinggi untuk reparasi sepeda yang mengalami kerusakan.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved