Investasi

Deposito Jadi Andalan Investasi di Tengah Situasi Labil karena Corona, Begini 3 Triknya Biar Untung

Biar Deposito Jadi Andalan Investasi menguntungkan di Tengah Situasi Labil karena Corona, Begini 3 Triknya Biar Untung

thinkstockphotos
Ilustrasi. Bagi Anda seorang investor pemula, sebelum mulai menabung deposito atau saham, pelajari kelebihan dan keuntungannya 

Dalam ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ini, banyak orang memilih investasi di instrumen paling aman.

Selain emas, produk investasi yang cukup menarik dilirik adalah deposito.

Deposito sama dengan menabung. Hanya saja uang simpanan tersebut tidak bisa ditarik sewaktu-waktu, seperti tabungan.

Mengapa Bankir Sepakat Akan Mengurangi Ketergantungan pada Deposito?

Cara Mengurangi Risiko dalam Investasi Melalui Deposito atau Fintech P2P

Sebab, ada jangka waktu tertentu alias tenor untuk dapat mencairkannya.

Pilihannya mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan (2 tahun).

Dana di deposito bisa ditarik setelah jangka waktu tertentu, atau diperpanjang secara otomatis atau Automatic Roll Over (ARO).

Nasabah juga dapat menentukan, mau deposito dalam mata uang rupiah atau asing.

Yang paling menarik dari deposito adalah suku bunga yang ditawarkan.

Gantengnya Putra Marini Zumarnis, Daffa Wardhana, Bikin Mayangsari Ngebet Besanan, Meski Bercanda

Umumnya, perbankan memasang tingkat bunga deposito (yield) yang jauh lebih tinggi dibanding tabungan, meski ada saja yang masih di bawah tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Saat suku bunga acuan BI terus turun menjadi 4,5 persen, rata-rata tingkat bunga deposito di bank umum berada di kisaran 5 persen.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved