Selasa, 12 Mei 2026

Virus Corona

Waspada, Bagi yang Punya Kuku Panjang Berpotensi Terkena Virus Corona

Seorang perawat mengingatkan, kuku panjang menjadi salah satu penyebar virus corona tercepat karena dapat menampung segala macam bakteri.

Tayang:
net via Banjarmasin Post
Hati-hati yang punya kuku panjang bisa terkena virus corona 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Memiliki kuku panjang berarti Anda memberi peluang pada virus dan bakteri untuk berkembang di tangan.

Seorang perawat mengingatkan, kuku panjang menjadi salah satu penyebar virus corona tercepat karena dapat menampung segala macam bakteri.

Petugas kesehatan Australia itu menulis, praktik terbaik adalah menjaga kuku tetap pendek.

Untuk menguji apakah kuku Anda pendek, ia mengatakan, Anda bisa menekan ujung jari. 

Jika Anda merasakan kuku tetapi bukan daging jari Anda, kuku itu terlalu panjang dan perlu segera dipotong.

Apa Perbedaan Rapid Test dan Swab Tenggorokan? Begini Kelebihan dan Kekurangannya

Di akun Facebook miliknya, ia menyebut, "di antara semua instruksi mencuci tangan dan saran lagu menyenangkan selama 20 detik, saya belum melihat orang paham, mustahil mencuci tangan dengan benar jika kuku kita panjang." 

"Jika Anda tidak bisa meletakkan kuku lurus ke bawah di telapak tangan yang lain, kita tidak bisa mencuci bagian bawah kuku dengan benar kecuali kita menggunakan kuas kuku setiap saat."

UPDATE 274 Pasien di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kondisi Baik, Bisa Saja Pulang Sebelum 14 Hari

Bagi yang memiliki kuku yang panjang sangat berbahaya, apalagi jika Anda punya kebiasaan menggigit kuku.

Hal ini dapat menyebabkan virus corona masuk ke dalam tubuh.

Tidak sedikit orang menggunakan hand sanitizer pada saat ini, tetapi sekali lagi perawat ini mengingatkan hal itu tidak akan berhasil untuk kuku panjang

Apabila Anda memiliki kuku panjang atau kuku palsu.

Hal terbaik adalah memotongnya, karena nyaris tidak mungkin kita menggunakan sikat kuku setiap kali mencuci tangan

"Jika Anda tidak bisa menggosok ujung jari Anda pada telapak tangan lain, maka tangan kita tidak benar-benar bersih setelah mencucinya, tidak peduli berapa lama Anda menyabuninya."

"Harap selama darurat global ini, jaga agar kuku Anda tetap pendek."

Ini Perbedaan Golongan Darah A dan O Terhadap Virus Corona, Semua Harus Tetap Cuci Tangan

Beberapa waktu lalu, ilmuwan ungkapkan golongan darah ternyata berpengaruh terhadap penularan virus corona.

Menurut Daily Express, peneliti ungkap orang dengan golongan darah A lebih mudah tertular virus corona.

Sementara orang dengan golongan darah O memiliki resistensi lebih baik untuk melawan virus corona.

 Golongan Darah O Lebih Resisten terhadap Virus Corona, Kata Peneliti China

 UPDATE Peneliti China Sebut Golongan Darah A Ternyata Lebih Rentan Diserang Virus Corona

Hal itu membuat spekulasi beberapa orang yang diyatakan kebal terhadap infeksi virus corona, dalam arti dia memiliki imun lebih baik daripada lainnya.

Lantas benarkah, orang dengan golongan darah O disebut 'kebal' terhadap virus corona?

Menurut sebuah penelitian, dari 2.000 sampel pasien virus corona, ditemukan hampir sebagian besar memiliki golongan darah A.

Hal itu disampaikan oleh Wang Xinghuan, ahli medis dari Zhongnan Hospital of Wuhan University.

 Pulang Dinas dari Jepang, Suami Iis Dahlia Langsung Cek Kesehatan dan Isolasi Diri 14 Hari, Ada Apa?

Xinghuan mengatakan, "pemilik golongan darah A perlu lebih kuat mencari perlindungan imunitas, untuk mengurangi kemungkinan terinfeksi virus corona." 

Menurutnya orang dengan golongan darah A memiliki tingkat infeksi yang lebih tinggi dan gejalanya lebih parah.

Dia juga menambahkan, "Orang yang bergolongan darah A perlu mendapatkan pengawasan, lebih jika terinfeksi virus corona." 

Sementara bagaimana kesan 'kebal' virus corona yang lebih condong bagi orang yang bergolongan darah O ? 

 Jumlah Pasien Covid-19 Melonjak 100 Persen Lebih di Tangerang Raya

Xinghuan mengatakan, golongan darah O memang lebih rendah memiliki risiko terkena virus corona.

Lantas mengapa demikian?

"Golongan darah O lebih rendah terinfeksi virus corona, dibandingkan pemilik darah lain," jelas penelitian di Medrvix.org.

Namun, bukan berarti mereka benar-benar kebal, dari virus corona.

 FAKTA Terbaru di China, Jumlah Kasus Virus Corona Menurun, Jumlah Kasus Perceraian Malah Meningkat

"Pemiliki golongan darah O masih harus mengikuti anjuran, seperti cuci tangan, dan mengikuti anjuran yang berlaku untuk menjaga diri dari infeksi Covid-19," ujar peneliti.

Sementara, dalam penelitian yang diterbitkan lembaga penelitian dan pendidikan, Cold Spring Harbour Laboratory di New York AS, mengungkap fakta yang sama.

Golongan darah O memiliki resistensi lebih baik daripada golongan darah lain.

 Netizen Puji Langkah Telkom Apresiasi Pahlawan Kesehatan

Dari 206 pasien yang meninggal karena Covid-19 di Wuhan, 85 di antaranya mempunyai golongan darah A.

Jumlah itu sekitar 63% pasien meninggal dengan golongan darah A, sedangkan golongan darah O hanya 52 orang.

Studi ini dilakukan oleh ilmuwan dan dokter dari kota-kota di seluruh China, termasuk Beijing, Wuhan, Shanghai dan Shenzen.

 Laporan Warga Soal Dugaan Pelanggaran Berujung Gugatan, Anggota DPRD DKI Fraksi PSI Turun Tangan

Penulis juga mengingatkan, bahwa mungkin ada risiko dalam menggunakan penelitian ini untuk praktik klinis di lapangan.

Sementara sejauh ini sudah banyak yang mengungkapkan penelitian ini, namun ilmuwan masih terus mengkaji hasil temuan ini.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hati-hati, Kuku Panjang Bisa Jadi Penyebar Virus Corona", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved