Breaking News:

Tawuran

VIRAL Video Sejumlah Bocah di Palmerah Sibuk Tawuran di Tengah Wabah Virus Corona, Dikecam Netizen

Di tengah wabah virus corona, sekelompok bocah di Kota Bambu Selatan, Palmerah malah sibuk tawuran.

Instagram @warung_jurnalis
Sejumlah bocah di Palmerah sibuk tawuran di tengah wabah virus corona Jumat (27/3/2020) 

Suprasetyo mengatakan, pihaknya mengetahui adanya korban tewas dalam aksi tawuran pelajar, setelah mendapat informasi dari keamanan RS Permata.

Saat itu, MN diantar dua temannya, RA dan MR, menggunakan sepeda motor, Kamis (30/1/2020) malam.

 KURANG Kasih Sayang Orang Tua, Siswi SMP Bikin Prank Mengaku Diculik, 10 Menit Dibongkar Polisi

"Dianterin oleh dua temennya menggunakan motor dengan bonceng tiga. Itu pun kejadianya malam hari," tutur Suprasetyo.

Guna mengungkap peristiwa tersebut, kepolisian melakukan penyisiran dan memeriksa sejumlah saksi serta barang bukti di lokasi kejadian.

"Kami sudah melakukan olah TKP dan menyisir kembali sekitar lokasi."

"Sejumlah saksi masih dilakukan pemeriksaan," jelasnya.

Peringatan Keras

Peringatan keras diberikan untuk pelaku tawuran pelajar yang akhir-akhir ini semakin meresahkan masyarakat dan dunia pendidikan di Kota Depok.

Rasa prihatin dirasakan jajaran kepolisian atas ulah para pelajar, khususnya SMA dan SMK, yang sering terlibat tawuran.

Bahkan, peristiwa tawuran terakhir yang terjadi pada tanggal 15 Oktober 2019 telah menyebabkan salah satu siswa SMK swasta di Depok tewas.

 LUAR Biasa! Cristiano Ronaldo Jadi Orang Pertama yang Punya 200 Juta Pengikut di Instagram

Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah menyayangkan peristiwa tersebut terus terjadi.

Untuk itu, pihaknya menilai masalah tawuran pelajar ini butuh kepedulian semua pihak.

"Hal paling mendasar untuk mengurangi terjadinya tawuran pelajar adalah peran orang tua siswa itu sendiri," papar Azis kepada wartawan di Mapolresta Depok, Pancoran Mas, Depok, Jumat (18/10/2019).

 SEWA Kamar di Gang Royal Rp 30 Ribu, Ada Tisu yang Dinamai Sesuai Catatan Transaksi

Menurut Azis, orang tua harus mau untuk terus-menerus menasehati dan mengawasi putra-putri mereka untuk tidak melakukan hal-hal negatif.

Sedangkan pihak sekolah, kata Azis, juga memiliki peran yang sangat penting.

Karena, di lingkungan sekolah inilah mereka membawa konflik tawuran atas alasan membela kehormatan almamater atau setia kawan.

 Hujan Sebentar Genangan di Mana-mana, Ketua Komisi D DPRD Nilai Pemprov DKI Tak Siap Hadapi Banjir

"Pendidikan etika dan moralitas harus terus ditanamkan kepada generasi muda yang sedang mencari jati dirinya," tutur Azis.

Azis mengatakan, pendidikan keagamaan juga tidak boleh ditinggalkan, agar para remaja ini menjadi anak-anak yang bertakwa, berakhlak baik, dan beradab.

"Kepolisian sendiri sudah melakukan langkah-langkah, mulai dari langkah preemtif, preventif, dan represif," papar Azis.

 Dianggap Kurang Tampil, Maruf Amin: Kalau Wakil Presiden Menonjol Nanti Ada Matahari Kembar

Langkah preemtif dilakukan melalui program Police Goes To School, di mana para petugas polisi diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk menjadi inspektur upacara.

Petugas kepolisian juga turut mengisi materi pelajaran sambil memberikan imbauan agar para siswa tidak melakukan hal hal negatif, dan fokus untuk belajar guna menggapai cita cita di masa depan.

Untuk langkah preventif, Polresta Depok telah membentuk Satgas Khusus Anti Tawuran, di mana tugas satuan tugas tersebut melakukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya aksi tawuran pelajar.

 FOTO Harun Masiku Dipajang di Website KPK, Hasil Pengejaran ke Sumatera dan Sulawesi Nihil

Ada pun salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melakukan patroli pada waktu-waktu rawan terjadinya tawuran.

Serta, memberdayakan elemen lain untuk turut serta dalam melakukan pencegahan terjadinya tawuran pelajar ini.

"Langkah represif sebenarnya dilakukan sebagai langkah terakhir untuk menanggulangi peristiwa tawuran ini," kata Azis.

 PAN: Kalau Skala Sandiaga Uno 10, Nilai Cawagub DKI Paling Tidak Harus Sembilan

Namun, akhir-akhir ini peristiwa tawuran semakin sering terjadi, bahkan beberapa kali menimbulkan korban, baik korban luka ringan, berat bahkan kehilangan nyawa.

Maka, Polresta Depok terpaksa mengambil langkah tegas, yaitu memproses hukum seluruh pelaku tawuran.

Langkah tegas juga diberlakukan kepada pihak sekolah, jika tidak menunjukkan upaya-upaya signifikan dalam mencegah terjadinya tawuran.

 Hari Ini Luthfi Alfiandi Divonis, Kuasa Hukum Berharap Hakim Bebaskan Kliennya

"Yaitu, dengan memberikan peringatan serta berkoordinasi dengan Diknas agar memberikan sanksi kepada pihak sekolah," ujar Azis.

Langkah tegas ini dilakukan oleh Polresta Depok karena menganggap semua pihak harus menyelamatkan anak anak Indonesia dari kegiatan-kegiatan negatif.

"Mereka adalah generasi muda bangsa yang nantinya akan menjadi pewaris keberlangsungan pembangunan Bangsa Indonesia yang beradab," papar Azis. (*)

Penulis: Desy Selviany
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved