Virus Corona

Roy Suryo: Hentikan Masuknya TKA Cina, Tunda Pemindahan Ibukota, Pecat Menteri dan Jubir yang Ngaco

Roy Suryo menganggap, kebijakan social distancing maupun physical distancing merupakan langkah yang tepat.

Editor: Feryanto Hadi
RIZKI AMANA
Roy Suryo saat melaporkan Petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana ke Polda Metro Jaya. 

Pemerintah menerapkan imbauan social distancing maupun psysical distancing untuk menghindari meluasnya wabah virus corona atau Covid-19.

Bahkan, Melalui maklumat Kapolri, diterapkan aturan yang lebih tegas, salah satunya larangan untuk berkumpul hingga menimbun bahan kebutuhan pokok.

Aturan itu memiliki konsekuensi hukum.

Ojol Tergeletak di Atas Motor Bikin Geger Warga, Sudah Panggil Ambulans, Ternyata Sedang Tidur Pulas

Terapkan Local Lockdown, Wali Kota Tegal: Lebih Baik Saya Dibenci Daripada Maut Menjemput Warga

Sejumlah pihak memberikan apresiasi atas langkah tersebut mengingat penyebaran virus mematikan itu sudah memasuki tahap memprihatinkan.

Setiap hari, jumlah kasus terus bertambah, seiring dengan angka kematian yang meningkat.

Bahkan, pada Kamis (26/3/2020), Indonesia menampati peringat ke empat terbesar untuk persentase tingkat kemtian tertinggi virus corona di dunia.

UPDATE: Pasien Positif Corona di RST Soedjono Magelang Meninggal Dunia

Menyusuri Jalan Cinta Bung Hatta dalam Ikatan Sumpah Tak Menikah Sebelum Indonesia Merdeka

Meski demikian, sejumlah kritik muncul terkait tidak diberlakukannya lockdown atau setidaknya larangan masuk total bagi Warga Negara Asing (WNA).

Praktisi Public Helath, Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo salah satu orang yang memberikan kritik tersebut.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut kembali menyoroti soal kedatangan puluhan warga negara asing (WNA) atau tenaga kerja asing (TKA) asal China yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan.

Para WNA itu tiba di bandara Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sudah Peringatkan Lockdown Tapi Tidak Digubris, Fadli Zon: Negara Sudah Kehilangan Pemimpin

Masyarakat yang mengabadikan dengan video keberadaan mereka, justru ditangkap oleh polisi setempat.

Roy Suryo menganggap, kebijakan social distancing maupun physical distancing merupakan langkah yang tepat.

Akan tetapi, kebijakan itu akan berakhir sia-siap ketika TKA asal China itu masih bisa masuk ke Indonesia.

"Kebijakan #SocialDistance hingga #PhysicalDistancing sudah benar, namun akan sia2 disetujui masih masuk TKA Cina yang menggunakan berbagai Modus & ada Backing-nya di sini," tulis Roy Suryo, dikutip Warta Kota dari akun twitternya, Jumat (27/3/2020)

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved