Virus Corona

Keadaan Force Majeure, Klub Liga 1 dan 2 Boleh Lakukan Perubahan Kontrak Pemain, Pelatih dan Ofisial

PSSI mengeluarkan surat keputusan mengenai kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 yang dalam status keadaan tertentu darurat bencana virus corona.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Murtopo
lensaindonesia.com
Logo PSSI. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Federasi sepabola Indonesia, PSSI mengeluarkan surat keputusan mengenai kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 yang dalam status keadaan tertentu darurat bencana virus corona.

Dalam surat tersebut,  PSSI menimbang arahan Presiden, Maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona, dan SK BNPB nomor 13A yang memperpanjang status Darurat wabah penyakit virus oorona hingga 29 Mei 2019.

Kemudian mengingat keputusan Kongres PSSI 2020, Program Kerja PSSI 2020 serta memperhatikan masukan dan saran Komite Eksekutif PSSI, PT Liga Indonesia Baru dan klub-klub Liga 1 dan Liga 2 2020.

Bobotoh Dukung PSSI Hentikan Kompetisi Shoppe Liga 1 dan Liga 2

Maka PSSI memutuskan, pertama PSSI menetapkan bahwa Bulan Maret, April, dan  Juni 2020 adalah status keadaan tertentu darurat bencana terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia maka status ini disebut keadaan kahas (Force Majeure)

Kedua, berdasarkan ayat pertama maka klub Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang telah ditandatangani atau disepakati antara klub dan pemain, pelatih dan ofisial atas kwajiban pembayaran gaji bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020 yang akan dibayarkan maksimal 25% dari kwajiban yang tertera di dalam kontrak kerja.

Ketiga, Menunda gelaran kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sampai 29 Mei 2020.

Setelah PSSI Hentikan Shopee Liga 1 2020, Manajemen Borneo FC Nyatakan Pesut Etam Lockdown

Sumber: Tribunnews
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved