Virus Corona

Jadi Pengemudi Tenaga Medis Tangani Covid-19, Mugi: Ini Panggilan Jiwa

Tenaga medis berperan penting dalam menangani kasus Covid-19 saat ini, sehingga layanan prioritas patut untuk diberikan kepada mereka.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah pengemudi yang mengantarkan para tenaga medis dari Hotel Grand Cempaka ke beberapa rumah sakit penanganan Covid-19, Jumat (27/3/2020), siap melaksanakan tugas. 

WARTAKOTALIVE.COM, CEMPAKA PUTIH - Tenaga medis berperan penting dalam menangani kasus virus corona atau Covid-19 saat ini, sehingga layanan prioritas patut untuk diberikan, seperti yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta.

Terdapat ratusan tenaga medis yang tinggal di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat selama menangani kasus Covid-19. Bahkan, layanan antar jemput juga akan diberikan.

Namun, di balik itu semua ada puluhan sopir Transjakarta yang tak kalah memiliki peran penting, merekalah yang ditugaskan untuk mengantar jemput para tenaga medis setiap harinya ke rumah sakit yang menangani Covid-19.

Salah satunya Mugi (50), meski di usianya sudah tidak muda lagi,  ia memutuskan untuk menjadi pengemudi yang siap mengantar para tenaga medis untuk bekerja menangani Covid-19.

Dirinya mengakui jika menjadi pengemudi yang mengantar tenaga medis bukan orang sembarangan, dalam arti kata mereka harus memiliki kondisi badan yang sehat dan selalu mematuhi prosedur yang ada.

 BREAKING NEWS: BILL Gates Usul Lockdown di Amerika Serikat 6 Minggu untuk Tekan Virus Corona

 Menyusuri Jalan Cinta Bung Hatta dalam Ikatan Sumpah Tak Menikah Sebelum Indonesia Merdeka

 Surat Edaran Libur Sekolah di Kota Bekasi Diperpanjang Tersebar, Disdik Sebut Masih Pembahasan

"Jadi pramudiantar jemput tenaga medis ini bukan dipilih, tapi mereka yang ada di sini yang mengajukan dirinya. Seperti saya. Ini merupakan panggilan jiwa yang harus saya lakukan," kata Mugi di Hotel Grand Cempaka, Jumat (27/3/2020).

Menurut Mugi, tugas yang ia jalani saat ini memang cukup beresiko terlebih berhadapan dengan Covid-19, berbeda seperti pekerjanya sebelumnya yang hanya mengantarkan para penumpang ke setiap halte tujuan.

Kendati demikian, dirinya harus mematuhi aturan yang telah diberikan, seperti mengunakan sarung tangan, masker, hand sanitizer.

Selain itu setiap bus telah diberlakukan social distancing yang hanya berisi 8 orang.

 Bojonggede Masuk Zona Merah Virus Corona, Ini Pesan Lurah Pabuaran Kepada Warganya

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved