Berita Video

VIDEO: Dua Penyebar Hoaks Satpam Korban Corona Diringkus Polres Jakarta Barat

"Berita itu kemudian viral dan mengakibatkan keresahan masyarakat. Sehingga kami perintahkan Kapolsek Tanjung Duren untuk melakukan penyelidikan

VIDEO: Dua Penyebar Hoaks Satpam Korban Corona Diringkus Polres Jakarta Barat
Warta Kota
Dua karyawan toko diringkus polisi karena sebarkan hoaks soal Covid-19 Kamis (26/3/2020) (Desy Selviany) 

Dua karyawan toko di Jakarta Barat diringkus polisi karena menyebarkan informasi hoaks terkait Covid-19. Keduanya memfitnah security yang pingsan ketika sedang bertugas di depan sebuah Bank di Tanjung Duren.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru mengatakan bahwa kedua karyawan toko itu CL dan LL diringkus aparat Rabu (25/3/2020). Penangkapan keduanya karena telah menuduh seorang security terkena Covid-19.

"Berita itu kemudian viral dan mengakibatkan keresahan masyarakat. Sehingga kami perintahkan Kapolsek Tanjung Duren untuk melakukan penyelidikan bersama dengan Kasat Reskrim dan akhirnya menangkap pelakunya," kata Audie dalam konferensi pers di Polsek Tanjung Duren Kamis (26/3/2020).

Saat itu kata Audie, CL merekam peristiwa seorang petugas security yang pingsan. Di dalam videonya, perekam tidak sungkan menyebut petugas security itu pingsan karena Covid-19.

Sedangkan LL menyebarkan video hoaks itu ke grup-grup what's appnya sehingga video itu viral di media sosial.

Video hoaks itupun viral dan dianggap telah meresahkan masyarakat. Audie mengatakan bahwa penangkapan ini merupakan pelajaran untuk masyarakat agar tidak membuat kegaduhan di tengah wabah virus corona.

"Saya juga ingin menyampaikan bahwa sebaiknya masyarakat tidak percaya kepada berita-berita yang beredar di medis sosial kemudian ikut menyebarkan lagi," tuturnya.

Hal itu lantaran umumnya berita-berita di media sosial belum terbukti kebenarannya. Menurutnya masyarakat disarankan hanya mencari tahu berita-berita soal Covid-19 dari media mainstream.

Hal itu lantaran pemberitaan lebih dapat dipertanggung jawabkan isinya.

"Jadi kepada masyarakat diharapkan tidak ada lagi melakukan sharing ke grup-grup yang membuat geger," imbau Audie.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 14 Tahun 1946.(m24)

Penulis: Desy Selviany
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved