UI Ciptakan Bilik Disinfektan, Siap Didistribusikan ke Berbagai Fasilitas Publik

UI Ciptakan Bilik Disinfektan Cepat yang Siap Didistribusikan ke Berbagai Fasilitas Publik. Simak selengkapnya dalam berita ini.

UI Ciptakan Bilik Disinfektan, Siap Didistribusikan ke Berbagai Fasilitas Publik
ISTIMEWA
Seorang wanita tengah mencoba Bilik Disinfektan Cepat hasil karya Fakultas Teknik dan Alumni UI guna memutus mata rantai Covid-19, Kamis (26/3/2020). 

FAKULTAS Teknik Universitas Indonesia (FTUI) berkolaborasi dengan Ikatan Alumni FTUI (ILUNI FTUI) mengembangkan Bilik Disinfeksi Cepat (BDC)-04 sebagai bentuk sumbangsih UI dalam mengurangi dampak penularan COVID-19.

Dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Kamis (26/3/2020), BDC-04 mampu membersihkan virus dan bakteri yang menempel pada pakaian dan permukaan tubuh di bawah 10 detik per orang.

Sebagai awal, BDC-04 akan dipasang di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) yang juga disertai dengan pemasangan alat pencuci tangan portabel atau Moveable Hand Washer (MHW) pada Kamis (26/3/2020).

Alhamdulillah Anggota Polda Metro Jaya Tak Ada yang Kena Covid-19, Jangan Sampai Ada yang Kena

Setelah RSUI, BDC-04 direncanakan didistribusikan ke berbagai tempat strategis seperti tempat pelayanan publik seperti RS, puskesmas, pasar, terminal, dan lainnya.

Fungsinya, untuk membersihkan tubuh dari bakteri maupun virus, dan tetap menjaga baju tetap kering, karena teknologinya berbeda dengan yang sudah beredar.

Dekan FTUI Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng mengatakan, cara kerja BDC-04 adalah dengan proses penonaktifan mikroorganisme, bakteri dan virus dengan menggunakan sinar ultraviolet yg dikenal dengan Far-UVC yang memiliki panjang gelombang 207 – 222 nm.

Hendri mengatakan, melalui penyinaran tesebut maka akan dengan cepat membunuh virus dan aman bagi tubuh manusia.

VIDEO : Anies Baswedan Sebut 50 Tenaga Medis di DKI Jakarta Terinfeksi Virus Corona, Dua Meninggal

"Dengan penyinaran 5-10 detik menghasilkan efektivitas 89-99 persen dalam menonaktifkan mikroorganisme yang menempel pada pakaian atau tubuh manusia," kata Hendri seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Warta Kota, Kamis (26/3/2020).

Selain itu, sinar UV sudah umum digunakan dalam proses sterilisasi alat-alat kesehatan di rumah sakit lebih dari 30 tahun.

Mengingat permukaan pakaian dan tubuh manusia yang beragam, maka proses penyinaran diharapkan lebih efektif dalam menjangkau setiap bentuk permukaan.

Halaman
12
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved