Turut Prihatin Meluasnya Wabah Corona, MATAKIN Bagikan Gratis Spray Pembersih Tangan

Produksi hand sanitizer ini dilakukan para relawan MATAKIN sejak 19 Maret 2020. Saat ini MATAKIN telah menyalurkan ± 500 liter sanitizer.

Turut Prihatin Meluasnya Wabah Corona, MATAKIN Bagikan Gratis Spray Pembersih Tangan
Dok. MATAKIN
Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) membagikan secara gratis spray pembersih tangan kepada MAKIN-MAKIN untuk wilayah DKI dan Jabodetabekar, dan terus meluas ke Jawa. 

JAKARTA — Ikut prihatin dengan makin meluasnya penyebaran Covid 19 (Corona Virus) di Indonesia, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) membagikan secara gratis spray pembersih tangan kepada MAKIN-MAKIN untuk wilayah DKI dan Jabodetabekar, terus meluas ke Jawa.

Pembagian spray tersebut dilakukan guna membantu umat dan masyarakat sekitar yang saat ini kesulitan mendapatkan hand sanitizer, bukan saja karena sulitnya menemukan hand sanitizer tersebut di toko-toko ataupun apotek melainkan juga harganya yang sudah melambung tinggi jauh melebihi harga normal.

“Dengan dibagikannya spray pembersih tangan ini, saya berharap dapat membantu pemerintah dalam  mencegah penyebaran virus Covid 19 (virus corona) lebih luas, apalagi sekarang susah didapatkan bahkan kalaupun ada harganya mahal sekali,” ungkap Ketua Umum MATAKIN, Xs. Budi S. Tanuwibowo, dalam pernyataan resminya, Rabu (25/3/2020).

Xs. Budi S. Tanuwibowo  mengatakan bahwa produksi pembuatan hand sanitizer ini dilakukan oleh para relawan MATAKIN sejak tanggal 19 Maret 2020. Saat ini MATAKIN telah menyalurkan ± 500 liter sanitizer kepada Litang, Bio dan Kelenteng yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Tangerang, Banten, Tegal, Adiwerna, Surabaya dan kota-kota lain. “Penyaluran ini masih akan terus dilaksanakan, bahkan masih terus diproduksi agar dapat mencakup wilayah yang lebih luas lagi,” ujarnya. 

Selain pembagian hand sanitizer tersebut, MATAKIN pun telah memberikan himbauan kepada umat untuk melaksanakan persembahyangan di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah serta selalu menjaga kebersihan. 

“Sebelumnya kami pun telah mengeluarkan imbauan agar umat Khonghucu melaksanakan semua persembahyangan di rumah mengingat pada bulan Maret- April 2020 ini kebetulan pas banyak hari besar agama Khonghucu a.l Qingming, HUT MATAKIN, peringatan hari besar para Shenming dan persembahyangan rutin yang biasa dilaksanakan bersama di Litang, Bio ataupun Kelenteng-kelenteng. Kalau sekarang dilaksanakan di rumah tentunya karena mempertimbangkan situasi darurat, tanpa menyalahi tata Susila dan tata agama Khonghucu,” lanjutnya.

Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) membagikan secara gratis spray pembersih tangan kepada MAKIN-MAKIN untuk wilayah DKI dan Jabodetabekar, dan terus meluas ke Jawa.
Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) membagikan secara gratis spray pembersih tangan kepada MAKIN-MAKIN untuk wilayah DKI dan Jabodetabekar, dan terus meluas ke Jawa. (Dok. MATAKIN)

Tak lupa Budi mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah mendukung kegiatan ini dan menyampaikan harapan agar Indonesia dapat segera terbebas dari wabah Covid 19 (Corona Virus).  Xs. Budi S. Tanuwibowo kembali menghimbau agar masyarakat dan umat Khonghucu khususnya dapat melaksanakan anjuran pemerintah untuk selalu menjaga kebersihan dan menjaga jarak sosial.

“Saya pun sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyisihkan dananya guna mendukung kegiatan ini sehingga bersama kita cegah penyebaran virus ini, agar Indonesia dapat segera terbebas dari wabah luar biasa ini. Marilah bersama kita jaga kebersihan (mencuci tangan dan membersihkan diri), mengurangi kegiatan diluar rumah yang tidak perlu, dan menjaga jarak social (social distancing). Tidak perlu panik berlebihan namum tetap waspada. Jaga diri dan kesehatan demi diri sendiri, keluarga dan orang lain,” kata Xs. Budi S. Tanuwibowo.

Dia pun menyebut keliru jika ada yang mengatakan, virus Corona atau tepatnya Covid -19 adalah kutukan Tuhan pada sebuah bangsa. Kalau benar demikian, faktanya hampir semua bangsa di dunia terkena, termasuk Indonesia.

 “Bahkan di pusat-pusat lahirnya agama-agama juga tak luput terimbas wabah ini. Jadi pernyataan tersebut keliru, karena tak ada yang luput,” ujarnya.

Dalam menghadapi dampak virus yang juga sangat membahayakan secara ekonomi, bisnis, sosial dan politik ini, menurut Xs. Budi S. Tanuwibowo,  kokohnya persatuan, terutama elit politik dan tokoh bangsa sangatlah mutlak diperlukan.

Ketua Umum MATAKIN, Xs. Budi S. Tanuwibowo, menunjukkan spray pembersih tangan yang diproduksi relawan MATAKIN. Spray pembersih tangan itu dibagikan gratis kepada MAKIN-MAKIN untuk wilayah DKI dan Jabodetabekar, terus meluas ke Jawa.
Ketua Umum MATAKIN, Xs. Budi S. Tanuwibowo, menunjukkan spray pembersih tangan yang diproduksi relawan MATAKIN. Spray pembersih tangan itu dibagikan gratis kepada MAKIN-MAKIN untuk wilayah DKI dan Jabodetabekar, terus meluas ke Jawa. (Dok. MATAKIN)

Sementara untuk mengatasi persoalan Covid -19 itu, lanjut dia, harus disapkan rencana berlapis segera untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi, sampai kondisi terburuk sekalipun.

Prioritas paling mendasar yang terkait dengan urusan keselamatan warga, urusan perut, menyangkut ketersediaan bahan pangan, distribusi dan bantuan orang miskin, termasuk mereka yang mendadak menjadi miskin karena berhenti bekerja.

“Semua harus bisa membantu bahu-membahu. Ini bukan persoalan pemerintah saja, tapi persoalan kita semua. Kalau tidak bisa membantu jangan mengganggu,” tandasnya.

Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved