Tak Terasa 30 Hari Menuju Ramadan, Doa Aa Gym: Sampaikanlah Kami ke Bulan Ramadanmu

Dalam unggahannya itu ia memohon kepada Allah SWT agar bisa dipertemukan kembali pada bulan Ramadan.

Surya
Aa Gym 

Bertasbih, virus itu dalam keadaan bertasbih.

Lalu siapa yang kena panyakit? Yang kena pasti yang ditetapkan ALlah yang harus kena. Tanpa izin Allah tidak ada mudharat.

Siapa yang meninggal kena virus? pasti yang sudah ditetapkan Allah harus meninggal.

Pada waktu yang ditetapkan didatangkan malaikat pencabut nyawa atas perintah Allah, lewatnya, lewat sakit kena virus.

Tanpa sakit kena virus itu pun yang meninggal tiap waktu tetap terjadi.

Lalu apa yang harus kita lakukan? apakah kita panik? Jangan, panik tidak menyelesaikan masalah.

Kita baca mengapa syariatnya Allah takdirkan ada ini (wabah virus corona).

Oh makan tidak terjaga, hidup yang kotor dan berbagai hal yang kita bisa dapatkan informasinya.

Efeknya, sempurnakan syariatnya, hidup bersih, makanan bersih, sikap bersih plus (ditambah) doa yang banyak.

Karena virus itu tidak akan menyentuh kita tanpa izin pemilik diri kita.

Tubuh ini milik Allah hadirin, bukan milik kita, tubuh ini tidak akan terluka sedikitpun tanpa izin pemiliknya.

Tubuh ini tidak bisa mati kecuali dengan izin pemiliknya, Allah Subhanallahu wataalla.

Oleh karena itu, mendengar virus corona, yang harus diingat bukan virusnya, tapi pencipta, penguasa pemilik segala-galanya, Allah Subhanallahu wataalla.

Tenang, kalau sangat sibuk dengan virus, sangat sibuk dengan Wuhan, sangat sibuk dengan masker.

Bukan dilarang pakai masker, tapi tidak akan menghalangi apa yang Allah tetapkan untuk terjadi.

Maka yang paling penting adalah Dzikrullah.

Hadirin, tanpa virus pun kita akan mati, semua akan mati, mati khusnul khotimah atau sebaliknya.

Itu yang kita pikirkan. Waktu sudah tertulis.

Oleh karena itulah bahaya terbesar dalam hidup kita ini adalah tidak tersabungnya hati, pikiran, sikap kita dengan Allah.

Itulah yang membuat kita sulit untuk bersikap sabar.

Jangan takut oleh masalah, semua masalah sepenuhnya ada dalam genggaman Allah dan terjadi pun dengan izin Allah.

Allah menciptakan masalah bagi kita supaya kita dekat dengan-Nya.

Supaya kita makin banyak sujud, banyak merunduk.

Bahayanya kelapangan justru membuat orang lupa.

Kita bisa lihat orang naik pesawat terbang, pesawatnya nyaman, udara di atas tidak ada gelombang, tidur, denger musik, lihat tv, video, Allah berikan guncangan.

Kita lihat, pasti semuanya menyebut nama Allah.

Allah suka orang menyebut nama-Nya. Allah suka orang memoho kepada-Nya. Allah suka orang bersimpuh sujud mengiba pertolongan-Nya.

Dan itu sebetulnya yang membuat hidup kita ini menjadi lebih bernilai, yaitu selalu terkait kepada Allah.

Editor: Mohamad Yusuf
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved