Breaking News:

Virus Corona

Hari ini, Ada 5 RSUD dan 8 Puskesmas di Jakarta Pusat Mulai Lakukan Rapid Test Covid-19

Kasudin Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari mengatakan jika rapid test Covid-19 di Jakarta Pusat sudah mulai dilakukan pada Kamis (26/3/2020)

WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Rapid test Covid-19 di Stadion Patriot Candrabaga Kota Bekasi, Rabu (25/3/2020). 

"Di Kota Bekasi seluruh kecamatan ada ODP dan PDP, di antaranya 8 kecamatan ada pasien positifnya," beber dia.

 MULAI Hari Ini Summarecon Tutup Tiga Mal di Bekasi, Kelapa Gading, dan Serpong Sampai 7 April 2020

Ia berharap agar kasus Covid-19 di Kota Bekasi tidak terus mengalami peningkatan.

Maka dari itu, warga diminta mematuhi kebijakan pemerintah agar tetap di rumah dan menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

"Kami terus berupaya melawan Corona, tolong bantu kami untuk tetap di rumah," ucapnya.

Tak Semudah yang Dibayangkan

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut rapid test Covid-19 tidak semudah yang dibayangkan.

Awalnya, rapid test yang ingin menggunakan metode drive thru dibatalkan, diganti menggunakan metode door to door.

"Pak Gubernur menjelaskan secara gamblang alat itu digunakan dengan begitu mudahnya."

 Anies Baswedan Butuh Pendamping Hadapi COVID-19, DPRD DKI Gelar Voting Cawagub Jumat 27 Maret 2020

"Tetapi ketika sampai di rumah saya panggil tim kesehatan semua, ternyata tidak semudah yang digambarkan Pak Gubernur," ungkapnya, di Stadion Patriot Candrabaga Kota Bekasi, Rabu (25/3/2020).

Rahmat Effendi menjelaskan, pihaknya mendapatkan 2.000 alat rapid test dari Pemprov Jawa Barat, Selasa (24/3/2020) kemarin.

Seusai alat-alat itu datang, dirinya memanggil tim kesehatan untuk mencobanya.

 Lion Air Group Terapkan Physical Distancing dalam Penerbangan, Dimulai Saat Check-in

Akan tetapi, ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

"Saya konfirmasi itu membutuhkan jarum untuk ambil vena untuk masuk ke alat rapid itu, itulah yang nanti menentukan."

"Jadi bukan ditusuk di sini, ternyata seperti orang tes kehamilan," bebernya.

 BEGINI Skenario Pemprov DKI Jika Pasien Virus Corona Melonjak Hingga 8.000 Orang

Maka dari itu, kata Rahmat Effendi, apabila tes cepat masih menggunakan metode drive thru, maka akan sangat sulit, dan justru akan menimbulkan kerumunan.

"Maka kita terapkan door to door dan di rumah sakit maupun lokasi orang-orang yang mau dites seperti di Polres maupun di Kodim," imbuhnya.

Ia menargetkan, rapid test ini selesai sampai Jumat nanti.

 Sudah Terapkan Langkah Pencegahan, Mal Central Park Tetap Buka di Tengah Pandemi Covid-19

"Hasil tracking kita ada 750 orang dari sesuai kriteria yang kita bakal door to door."

"Mereka tersebar di 12 kecamatan," jelas Rahmat Effendi.

Ada pun rapid test door to door akan dilakukan oleh 260 tim medis Kota Bekasi ke sejumlah rumah yang sudah terdata sesuai kriteria.

 Jenazah Pasien Covid-19 yang Dimakamkan di TPU Tegal Alur Dipastikan Takkan Tulari Warga Sekitar

"Jadi 260 tim kesehatan akan ke rumah rumah, nanti dibantu 100 petugas puskesmas kelurahan untuk lokasinya," ucap dia.

Kriteria lain yang dapat melakukan rapid test ini ialah pejabat Pemkot Bekasi, anggota Polres, TNI, media, dan warga yang memiliki gejala.

Ia memastikan rapid test ini tidak akan terjadi kerumuman, dirinya juga meminta warga tetap di rumah selama proses rapid test ini. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved