Virus Corona

Awak Bus Sekolah Pengangkut Tenaga Medis Kekurangan Alat Pelindung Diri

Ali menjelaskan APD diperlukan para awaknya yang mengangkut tenaga medis dari berbagai rumah sakit rujukan penanganan pasien terpapar Covid-19.

Awak Bus Sekolah Pengangkut Tenaga Medis Kekurangan Alat Pelindung Diri
Warta Kota/Rangga Baskoro
Petugas PMI usai membersihkan bus sekolah untuk mengangkut petugas medis kasus virus corona di Jakarta. Sopir bus sekolah juga ada yang dilibatkan dengan diseleksi kesehatan dan usianya. 

Laporan wartawan wartakota.tribunnews.com, Rangga Baskoro

Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ali Murthado mengatakan pihaknya kekurangan alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan oleh para awak bus sekolah yang mengangkut petugas medis.

Ali menjelaskan dalam sehari, pihaknya membutuhkan perlengkapan APD yang terdiri dari sarung tangan, pakaian dan masker, sebanyak kurang lebih 115 pasang.

"Kami mengerahkan sebanyak 50 bus sekolah dengan total awak bus sebanyak 100 orang dan 15 orang pengendali lapangan, jadi total paling tidak kami butuh 115 pasang APD, termasuk sarung tangan dan masker," ujar Ali saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2020).

VIDEO : Anies Baswedan Sebut 50 Tenaga Medis di DKI Jakarta Terinfeksi Virus Corona, Dua Meninggal

Ali menjelaskan APD diperlukan para awaknya yang mengangkut tenaga medis dari berbagai rumah sakit rujukan penanganan pasien terpapar Covid-19.

Bukan tidak mungkin awaknya bisa tertular apabila tak dilengkapi dengan APD yang memadai.

"Kita akan maksimal membantu transpotasi para medis, dengan tetap memperhatikan keamanan awak bus. APD yang kami miliki saat ini sangat terbatas, masih kurang," tuturnya.

Kamar Hotel Grand Cempaka yang Dipakai Dokter dan Perawat Setiap Hari Disemprot Disinfektan

Padahal seorang awak bus diharuskan untuk mengenakan APD selama mengoperasikan bus. Dalan satu kali jam tugas (shift) APD harus dikenakan selama 8 jam.

Meski para awak bus dipilih yang berusia di bawah 45 tahun, namun kesehatan mereka harus diperhatikan mengingat paparan Covid-19 juga berpotensi menular kepada mereka.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan protokol keamanan awak bus, salah satunya dengan menggunakan spray disinfektan untuk kru dan penggunaan APD, masker dan sarung tangan. Masih kami koordinasikan lagi dengan Dinas Perhubugan," tutur Ali. (abs)

Sempat Foto Bareng Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Karawang Cellica, Airin: Saya Negatif Corona

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved