Breaking News:

Virus Corona

Setelah Lockdown Jumlah Kematian Akibat Corona di Inggris Malah Catat Rekor Tertinggi, 87 Orang

Setelah Lockdown Jumlah Kematian Akibat Corona di Inggris Malah Catat Rekor Tertinggi, 87 Orang

Mario Pitrangeli/backgrid/daily mail
Suasana sore yang ramai di Battersea Park, London sehari setelah diberlakukan Lockdown 

Dengan nada geram, dia menuturkan masih ada sejumlah orang yang tidak mendengarkan imbauan pemerintah untuk tidak terlalu lama di luar rumah.

Cuaca Rabu 25 Maret 2020 Hujan di Jaksel dan Jaktim Siang, Waspada Hujan Petir Malam dan Dini Hari

"Meski saya berterima kasih kepada banyak orang yang menaatinya, nampaknya belum semua menerapkannya," kata dia.

Johnson mengancam, jika ada warga yang mengabaikan aturannya, maka polisi tidak segan untuk melakukan penangkapan atau membatalkan sebuah acara.

Sempat Panic Buying

Pada Sabtu (21/03/2020), atau dua hari sebelum pengumuman Lockdown, netizen Inggris ramai 'memarahi' orang-orang yang melakukan panic buying dan menimbun makanan karena memasuki fase karantina saat wabah virus corona.

Amarah warga Inggris di media sosial timbul ketika sebuah video yang diunggah seorang perawat yang kelelahan bekerja di rumah sakit dan bermaksud berbelanja di toko namun barang-barang yang dijual telah habis.

Seorang pembelanja berjalan melewati rak-rak makanan kosong di tengah pandemi coronavirus COVID-19 yang baru, di Manchester, Inggris utara pada 20 Maret 2020.
Seorang pembelanja berjalan melewati rak-rak makanan kosong di tengah pandemi coronavirus COVID-19 yang baru, di Manchester, Inggris utara pada 20 Maret 2020. (AFP/Oli SCARFF)

Para pembeli telah mengosongkan seluruh rak dagangan di supermarket.

Khususnya gulungan tisu toilet, dan menimbun makanan seperti pasta dan kacang polong beku.

Sebanyak 1.2 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 194 triliun akan makanan tambahan telah dikeluarkan selama tiga pekan terakhir, menekan supermarket-supermarket secara masif.

Hal ini diungkapkan oleh kementerian lingkungan dan makanan George Eustice.

Update Corona di Kota Tangerang: 206 ODP, 27 PDP dan 9 Positif Covid-19

Dalam jumpa pers, George Eustice mendesak warganya untuk bertanggung jawab saat berbelanja dengan memikirkan orang lain.

"Lebih dari cukup makanan di sekitar kita, dan pasokan makanan kita masih bisa dikerahkan produksinya untuk melayani permintaan yang meningkat," ujarnya.

"Berbelanja lebih dari yang dibutuhkan berarti tidak memikirkan kondisi orang lain yang lebih membutuhkan. Itu membuat hidup lebih sulit terutama untuk mereka yang bekerja di 'garis depan' pertarungan dengan virus corona; dokter dan perawat dan NHS (Layanan Kesehatan Nasional) dan staf pendukungnya."

Menyikapi peristiwa itu, beberapa pemilik supermarket menyewa orang untuk berjaga dan membuat baris antrian khusus.

Penulis: Wito Karyono
Editor: Wito Karyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved