Breaking News:

Virus Corona

Ketua Komisi VI Usulkan Gedung DPR Jadi Rumah Sakit Darurat Pasien COVID-19

Faisol Riza mengusulkan Gedung DPR dijadikan rumah sakit darurat, jika Wisma Atlet Kemayoran sudah tidak bisa lagi menampung pasien Virus Corona.

Editor: Yaspen Martinus
KOMPAS/PRIYOMBODO
Suasana Gedung DPR, Jakarta, Jumat (22/5/2009). 

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyebut pembelian alat rapid test covid-19 untuk anggota DPR dan keluarganya, tidak menggunakan keuangan negara.

Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi (Awiek) mengatakan, sumber pembiayaan pembelian rapid test bukan dari APBN.

Melainkan, dari hasil patungan atau sumbangan pimpinan DPR dan anggota DPR.

Masih Banyak yang Sepelekan COVID-19, Mardani Ali Sera Desak Jokowi Lakukan Lockdown

"Adapun mekanisme sumbangan diserahkan ke masing-masing fraksi," ujar Awiek kepada wartawan, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Menurutnya, pembelian alat tes cepat virus corona direncanakan sebanyak 40 ribu unit.

Di mana, 38 ribu unit akan disumbangkan ke rumah sakit atau layanan kesehatan di berbagai daerah.

MULAI Hari Ini Summarecon Tutup Tiga Mal di Bekasi, Kelapa Gading, dan Serpong Sampai 7 April 2020

"Sedangkan yang 2 ribu alat rapid test dipersiapkan untuk anggota DPR beserta keluarganya."

"Artinya dari segi jumlah lebih banyak yang disumbangkan," ujar Awiek.

"Nah, yang 2 ribu tersebut dialokasikan kepada anggota yang mau dan bukan keharusan."

Anies Baswedan Butuh Pendamping Hadapi COVID-19, DPRD DKI Gelar Voting Cawagub Jumat 27 Maret 2020

"Jika tidak mau, maka alatnya akan disumbangkan ke rumah sakit atau layanan kesehatan," sambung Awiek.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved