Jajaran Polsek Tambora Masih Bersuasif Bubarkan Kelompok Orang yang Berkerumun

pembubaran kerumunan itu sesuai dengan Pasal 14 ayat 1 UU No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Jajaran Polsek Tambora Masih Bersuasif Bubarkan Kelompok Orang yang Berkerumun
istimewa
Polsek Tambora menggelar razia pemuda yang nongkrong di tengah wabah virus corona Selasa (24/3/2020) 

Jajaran Polsek Tambora menyatakan tidak segan-segan akan memenjarakan para pemuda yang masih kerap berkumpul di tengah mewabahnya virus corona.

Penyataan itu dikemukakan Kapolsek Tambora, Kompol Iversoon Manosoh, setelah mendapati sekelompok pemuda berkerumun di sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Iversoon mengatakan, pihaknya sudah menggelar razia untuk membubarkan sekelompok  pemuda yang kedapatan masih berkumpul di sejumlah tempat di sekitar Tambora.

Ini Alasan Kemenhub Belum Lakukan Penutupan Bandara di Tengah Pandemi Corona

Ibunda Presiden Jokowi Meninggal Dunia, Ketum PSSI Rasakan Duka Mendalam

Beberapa Artis dan Public Figur Ucapkan Belasungkawa untuk Ibunda Jokowi

Pada razia yang digelar pada Senin (23/3/2020) dan Selasa (24/3/2020) malam, polisi mendapati beberapa pemuda menongkrong di beberapa titik kawasan Tambora. Seperti di  RPTRA Kalijodo, depan Mall Seasons City, kawasan Jalan Kalibesar Barat, dan kawsan Jalan KH Mansyur, maupun di sekitar Pasar Mitra Jembatan Lima.

"Sampai saat ini kami masih membubarkan kelompok pemuda secara persuasif. Namun, apabila masih melanggar kami tidak segan-segan mempidanakan mereka," ujar Iversoon Rabu (25/3/2020).

Iversoon mengatakan pembubaran kerumunan itu sesuai dengan Pasal 14 ayat 1 UU No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Annas Fitranto Akui Sering Peroleh Masukan dari Hamka Hamzah

Hindari Penyebaran Covid-19, Robby Purba Ingin Semua Orang Terus Semangat Seperti Mengayuh Sepeda

Cerita Drama dan Romansa Rangga Azof dan Cut Syifa di Vidio Original Series Terbaru Omen

Di dalam pasal itu dijelaskan barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya satu tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000.

Bahkan penggunaan pasal dapat berlapis yakni UU 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, Pasal 152 UU, Pasal 212 KUHP, dan Pasal 216 ayat (1).

Dalam undang-undang tersebut sudah dijelaskan tentang ancaman pidana untuk warga yang melawan kebijakan pemerintah terkait karantina dari wabah penyakit menular. "Maka dari itu kami harap masyarakat bisa ikuti imbauan pemerintah," jelasnya. 

Penulis: Desy Selviany
Editor: Agus Himawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved