Liga 1 2020

Gelandang Arema Grogi Rekam Video saat Latihan

Gelandang Arema FC, Jayus Hariono, mengaku grogi dan malu saat membuat rekaman video latihan yang nantinya dikirimkan ke tim pelatih.

Gelandang Arema Grogi Rekam Video saat Latihan
Wearemania
Jayus Hariono 

Gelandang Arema FC, Jayus Hariono, mengaku grogi dan malu saat membuat rekaman video latihan yang nantinya dikirimkan ke tim pelatih selama kompetisi Shopee Liga 1 2020 diberhentikan.

Terkadang, Jayus merekam video saat latihan dibantu oleh rekan-rekannya sebelum akhirnya dikirim ke tim pelatih. Saat ini Arema FC sedang meliburkan timnya akibat wabah COVID-19.

AMIDO BALDE & JAYUS HARIONO - Final antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (9/4/2019). Pertadingan yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah ini berakhir imbang 2-2.
AMIDO BALDE & JAYUS HARIONO - Final antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (9/4/2019). Pertadingan yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah ini berakhir imbang 2-2. (Habibur Rohman)

Karena itu lah pelatih Mario Gomez ingin anak asuhnya untuk membuat video latihan mereka setiap harinya. Jayus mengaku grogi ketika berada di depan kamera.

"Ya rasanya canggung gitu, pas latihan langsung direkam," ungkapnya dikutip dari laman resmi liga.

Meski canggung dirinya mengaku tidak mengulang-ulang aktivitas latihannya. Selama menjalani latihan di rumah, menurutnya tidak ada kendala yang berarti.

Dirinya mengatakan program yang diberikan oleh tim pelatih dilaksanakannya sesuai dengan instruksi. Untuk merekam latihannya mantan pemain Metro FC itu kadang meminta bantuan rekannya.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan itu juga mengungkapkan bahwa dirinya merasakan ada hal yang berbeda ketika latihan sendiri dan latihan bersama rekan setimnya.

"Untuk pengambilan gambar video kadang minta bantuan teman, kadang juga saya sendiri," kata pemain berusia 23 tahun itu.

Terbukanya opsi force majeur atas kelanjutan Shopee Liga 1 2020 bisa membuat Arema FC kehilangan potensi pendapatan mencapai Rp10 miliar, dari sektor penjualan tiket pada laga home kompetisi.

Sejauh ini, tingkat kehadiran penonton di Stadion Kanjuruhan mencapai rataan 15.000 orang. Jumlah itu dikalikan dengan harga tiket untuk tribun ekonomi yang dibanderol Rp 35.000, sehingga Arema FC setidaknya bisa meraup Rp 525 juta dalam setiap laga home.

Sementara jatah laga home tim besutan Mario Gomez masih tersisa 16 lagi, sehingga perkiraaan dari potensi kerugian berkisar di angka Rp 8,4 miliar.

Namun, perhitungan bisa jauh melebihi jumlah itu, lantaran Arema FC masih menyimpan beberapa super big match. Belum lagi daya tampung Stadion Kanjuruhan yang bisa mencapai 40.000 penonton secara maksimal.

"Meski pun klub sangat dirugikan, tetapi menurut saya, penundaan pertandingan saat ini adalah keputusan yang tepat," ujar Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Pada Liga 1 musim ini, Arema FC baru menggelar satu kali home kala menjamu Persib Bandung (08/03/20) lalu. Sementara masih ada 16 laga home lagi, beberapa di antaranya berstatus super big match seperti menjamu Persebaya Surabaya maupun Persija Jakarta.

Penulis: Valentino Verry
Editor: Valentino Verry
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved