Virus Corona

Dokter Ahli Bedah Saraf Ajak Tangani Corona: Para Dokter Muda Jangan Hanya Main WA,Saatnya Mengabdi

Jadi jangan berdiam diri di rumah ngobrol kanan kiri hanya WA,WA, chatting-chatting menurut saya kurang bijak

Dokter Ahli Bedah Saraf Ajak Tangani Corona: Para Dokter Muda Jangan Hanya Main WA,Saatnya Mengabdi
Dokumen Dokter Eka Julianta Wahjoepramono
Dokter Eka Julianta Wahjoepramono 

Prof. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, Sp.BS mengajak para dokter muda untuk turun tangan menangani pasien virus corona.

Bahkan Dokter Eka Julianta Wahjoepramono yang spesialis bedah saraf itu menyebut para dokter muda jangan hanya di rumah main WhatsApp (WA).

Karena menurut Dokter Eka Julianta Wahjoepramono, ini saatnya para dokter muda mengabdikan diri.

"Untuk teman-teman para dokter yang masih muda-muda yang di rumah, koas, mahasiswa kedokteran, para perawat, inilah saatnya kita buktikan bahwa naluri kita yang terdalam sesuai dengan sumpah nomor 1 kita," kata Dokter Eka Julianta Wahjoepramono dalam videonya, Rabu (25/3/2020).

"Bahwa kita akan membaktikan diri kita untuk kemanusiaan dan ini sudah saatnya kita datang untuk berpartisiapsi, jadi jangan berdiam diri di rumah ngobrol kanan kiri hanya WA,WA, chatting-chatting menurut saya kurang bijak," tambahnya.

Dokter Eka Julianta Wahjoepramono, menyebut memang sudah saatnya para dokter muda turun. 

Pasalnya, ia melihat sendiri para dokter maupun perawat saat ini tengah kewalahan menangani pasien virus corona.

 ini Video Kronologi Bupati Karawang Positif Corona, Sesak Napas hingga Tak Sanggup Lanjutkan Pidato

 Tanpa Gejala Apapun, Tiba-tiba Bupati Geulis ini Dinyatakan Positif Corona

 Terdampak Corona, Jokowi Tangguhkan Cicilan Kendaraan Selama 1 untuk Tukang Ojek dan Sopir Taksi

Bahkan sudah banyak para dokter dan perawat yang jatuh sakit karena memaksakan dirinya untuk tetap turun menangani pasien.

"Saya melihat sendiri teman-teman di bangsal dan di (ruang) emergency, mereka kalang kabut. Begitu banyak pasien di bangsal mereka kalut banyak yang kurang tertangani," katanya.

"Banyak yang harus menunggu, banyak yang harus pakai extra bed, semua itu juga karena tenaga kita serba kurang. Banyak teman-teman yang sudah jatuh sakit terlalu memaksakan kondisi," tambahnya.

Halaman
1234
Editor: Mohamad Yusuf
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved