Breaking News:

Virus Corona

Beli Kebutuhan Pokok di Pasar Tradisional di Tangerang Bisa Secara Online, Langsung Diantar ke Rumah

Di tengah wabah virus corona atau Covid-19, masyarakat bisa beli kebutuhan pokok di pasar tradisional di Tangerang secara online.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Di tengah wabah virus corona atau Covid-19, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok di pasar tradisional di Tangerang secara online, Rabu (25/3/2020) 

Ratu mengatakan, pihaknya telah menurunkan petugas dari Dinas PPKUKM yang berkolaborasi dengan pihak Bulog, Sugar Corporations, dan Pasar Jaya.

Tujuannya untuk memberikan arahan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga jarak aman satu meter pada saat antre untuk mengantisipasi virus corona.

Namun karena antusiasme warga, jarak aman menjadi terabaikan.

“Kami akan terus lakukan evaluasi terkait hal ini,” katanya.

Ke depan, pelaksanaan Operasi Pasar Murah akan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan WHO, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Yaitu dengan social distancing 1 (satu) meter, serta akan dipastikan setiap yang datang memakai masker.

“Harapannya, masyarakat tetap aman dan terjamin untuk mendapatkan kebutuhan pangan (beras, minyak, dan gula) yang mulai langka di tengah wabah COVID-19,” jelasnya.

Harga yang ditetapkan dalam operasi pasar ini beras medium ukuran lima kilogram dijual Rp 45.000, beras medium ukuran 50 kilogram Rp 415.000, beras premium ukuran lima kilogram Rp 61.000, tepung terigu Rp 8.500 per kilogram, minyak goreng Rp 11.500 per liter, dan gula pasir Rp 12.500 per kilogram.

Sementara itu Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, warga yang ingin membeli kebutuhan pokok dapat belanja di pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya maupun di gerai-gerai milik Pasar Jaya.

Kata dia, pasar yang di bawah pengelolaannya tetap beroperasi seperti biasa demi memenuhi kebutuhan pokok warga Jakarta.

Kemudian untuk penjualan pangan murah bagi warga Jakarta pemegang kartu untuk keluarga pra-sejahtera dapat dilakukan dengan sistem ganjil genap.

Nomor ganjil atau genap sesuai dengan nomor akhir pada bagian kartu.

Pemegang kartu dengan nomor terakhir angka genap hanya bisa membeli pangan murah pada tanggal genap.

Begitu sebaliknya dengan pemilik kartu dengan nomor akhir ganjil dapat membelinya di tanggal ganjil.

Adapun keluarga pra-sejahtera yang mendapatkan kartu subsidi di antaranya Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Kartu Pekerja Jakarta (KPJ).

Kemudian kartu untuk dasawisma PKK, kartu penghuni rumah susun, serta kartu untuk petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) dan petugas penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP).

“Sistem ganjil-genap ini dilakukan sejak dua minggu lalu, bertujuan untuk menghindari kerumunan orang demi menerapkan social distancing,” kata Arief. (DIK/FAF/Wartakotalive.com)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved