Jumat, 15 Mei 2026

Berita Video

VIDEO: Terimbas Covid 19, Omzet Toko di Pondok Indah Mall Terjun Bebas

Pantauan Wartakotalive.com dilokasi, kawasan perebelanjaan tersebut terlihat lengang dari kerumunan pelanggan yang berbelanja.

Tayang:
Editor: Ahmad Sabran
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Suasana Pondok Indah Mall (PIM) 2 yang sepi dari pengunjung di tengah pandemi virus corona. 

Beberapa outlet di Pondok Indah Mall (PIM) 2, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mengaku mengalami penurunan omset secara drastis di tengah kondisi pandemi virus COVID-19 atau corona. 

Pantauan Wartakotalive.com dilokasi, kawasan perebelanjaan tersebut terlihat lengang dari kerumunan pelanggan yang berbelanja. 

Hanya beberapa pengunjung yang terlihat melintasi kawasan mall yang berada di kawasan elit Jakarta Selatan itu. 

Menurunnya angka pengunjung tersebut, turut dirasa meresahkan para petugas pelayan toko yang bersiaga di tiap lantai gedung. 

Semisal petugas outlet-outlet yang berada di Lantai 3, PIM 2 mengaku omset yang diraihnya per hari terus menurun di tengah mewabahnya virus corona. 

"Dampak omset (menurun) parah. Weekday puluhan juta rupiah dari 20 sampai 30 orang pengunjung, kemarin cuman 4 orang. Dari dua minggu sebelumnya turunnya bisa dua kali lipat," kata Dhani (27) selaku Kepala Toko Urban Republic yang berada di Lantai 3, PIM 2, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (24/3/2020).

"Turunnya 70 sampai 80 persen. Kalau weekday, Rp 50 juta keatas paling minim (pendapatan), sekarang nyari Rp 10 juta aja sudah susah. Minggu kedua bulan Maret sudah berasa turun banget. Bahkan toko pernah menjual dibawah Rp 10 juta," sambungnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh petugas outlet lain yang tak jauh dari tempat Dhani bekerja. 

Petugas pelayan outlet Bata, Hikam (20) menyampaikan bila dirinya kesulitan mencari calon pembeli dikarenakan sepinya pengunjug yang melintas di area outletnya. 

Bahkan, ia mengaku penjualan dari tokonya merosot tajam ke angka 80 persen penurunannya. 

"Seminggu kemarin sepi bgt, anjlok omsetnya. Biasanya ramai Sabtu, Minggu, sekarang enggak karena info corona itu. Penurunan nyampai 80 persen omset," kata Hikam ditemui pada kesempatan yang sama. 

Tak hanya berhimbas pada outlet pakaian dan aksesoris, outlet yabg menjajahkan barang elektronik dan gadget juga merasa menurunnya tingkat penjualan. 

Petugas pelayan toko elektronik, Ian (24) mengaku biasa menghasilkan omset penjualan pad tiap minggunya sebanyak Rp 50 juta. 

Namun, di tengah situasi seperti ini pencapaian angka nominal penjualan itu trrasa sulit untuk diraihnya kembali.

Alasan sama yang ditenggarainya berupa jumlah pengunjung yang terus menurun di tengah situasi pandemi virus corona ini. 

"Sepi dari awal bulan (Maret 2020), karena corona isu kuat. Dominan sehari omset Rp 50 jutaan, kalau weekend bisa dua kali lipat. Dari awal isu corona masuk sudah mulai berdampak sepi pengunjung dan pembeli ditambah musim hujan juga bertambah sepi. Omset non meningkat," tandasnya. (m23)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved