Virus Corona

SEMANGATI Rakyatnya, Presiden Jokowi: Indonesia Bangsa Petarung dan Dapat Hadapi Covid-19

Presiden Jokowi menekankan Indonesia adalah bangsa besar, bangsa petarung dan bangsa pejuang yang akan mampu menghadapi tantangan pandemi Covid-19.

Tribunnews/Dany Permana
Presiden Jokowi minta dilakukan rapid test virus corona secara massal, Kamis (19/3/2020) 

Seolah ingin menyemangati rakyatnya yang berjuang menghadapi pandemi global, Presiden RI Joko Widodo menekankan Indonesia adalah bangsa besar, bangsa petarung dan bangsa pejuang yang akan mampu menghadapi tantangan pandemi virus corona (Covid-19).

"Percayalah kita bangsa besar, bangsa petarung, bangsa pejuang. In syaa Allah kita bisa menghadapi tantangan global yang berat sekarang ini," ujar Presiden dalam konferensi pers dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/3/2020) petang.

Kepala Negara mengapresiasi gerakan masyarakat yang turut menyosialisasikan physical distancing atau menjaga jarak aman, dan terus mengingatkan seluruh pihak untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan itu.

Presiden menekankan hanya dengan kedisiplinan yang kuat Indonesia bisa mencegah penyebaran Covid-19.

"Saya ajak jajaran di pusat, daerah sampai level kelurahan dan desa untuk selalu tanggap situasi kesehatan dan ekonomi masyarakat. Kita harus kerja keras, bersatu, bergotong-royong menghadapi tantangan ini," jelas Presiden.

 Keuangan Barcelona Mulai Sulit Akibat Terdampak Covid-19, Gaji Messi Cs Terancam Dipangkas

 Catat, Mulai Hari Ini Jadwal Operasional Tiga Bank ini Dibatasi

 Viral Surat Terbuka Dokter Tifauzia Tyassuma untuk Jokowi Minta Lockdown Indonesia

 PENELITI AS Temukan Vaksin Virus Corona, Mulai Diuji Coba ke Ibu Dua Anak dan Diberi Kode mRNA-1273

Adapun sepanjang Selasa, Presiden telah menggelar tiga rapat terbatas yang berkaitan dengan penanganan Covid-19, yakni pengarahan kepada gubernur dalam menghadapi pandemi Covid-19, kebijakan Ujian Nasional di tengah pandemi Covid-19, serta pembiayaan BPJS Kesehatan terhadap pasien Covid-19.

Jokowi Jelaskan Alasan Tak Lakukan Lockdown

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan kepada para gubernur, alasan pemerintah tidak melakukan karantina total alias lockdown.

Menurut Presiden, tidak semua negara cocok menerapkan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

Karena, katanya, setiap negara memiliki karakter, budaya, dan kedisiplinan berbeda-beda.

 Pemerintah Punya Stok 3 Juta Klorokuin, Bukan Obat Utama untuk Sembuhkan Virus Corona

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved