Virus Corona

PHRI Sebut Hotel Dan Restoran Babak Belur Di Tengah Pandemi Virus Corona

PHRI Sebut Hotel Dan Restoran Babak Belur Di Tengah Pandemi Virus Corona. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Wartakotalive.com/Alex Suban
(ilustrasi)Pengemudi ojek online siap antar pesanan pelanggan usai membeli lauk-pauk di sebuah restoran di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Minggu (22/3/2020) sore. 

DAMPAK pandemi virus COVID-19 atau corona di Indonesia turut dirasa beberapa bidang usaha dalam operasional dan pendapatannya, semisal pada bidang usaha restoran dan hotel.

Dampak tersebut dirasa kedua bidang usaha itu berupa penurunan pendapatan dikarenakan pengunjung maupun pelanggan yang meghindari beraktifitas ke tempat keramaian ditengah wabah virus corona.

"Jadi untuk pertamanya itu di Februari (2020) kita turun 25 persen (omset atau pengahsilan). Menjelang awal Maret itu di 42 persen. Turun ya, menjelang akhir Maret ini sudah anjlok diatas 60 sampai 70 persen," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Tangerang Selatan (PHRI Tangsel), Gusri Effendi saat dihubungi, Tangerang Selatan, Selasa (24/3/2020).

BEGINI Cara Mengurus Jenazah Pasien Virus Corona, Keluarga Boleh Lihat Sebelum Dimakamkan

Gusri mengatakan pihaknya mencatat dampak tersebut telah menyasar keseluruh usaha hotel dan restoran yang yang berdomisili di kawasan Jabodetabek.

Bahkan, dari hasil pertemuan beberapa pemilik bidang usaha tersebut agenda kegiatan yang telah tercatat menyewa ruang dari hotel maupun restoran turut dibatalkan.

Pembatalan itu dikatakannya terkait adanya kebijakan penangguhan sementara izin mengadakan keramaian yang diinstruksikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

BEGINI Cara Mengurus Jenazah Pasien Virus Corona, Keluarga Boleh Lihat Sebelum Dimakamkan

"Hampir rata semua se-Indonesia, ada yang sudah down (penurunan omset) sampai 80 persen. Kalau restoran tempat-tempat wedding sudah 100 persen (penurunan omset). Terus kaya hotel ada yang mau bikin acara ya, karena kan sesuai imbauan dengan Pak Kapolri itu juga ditiadakan teman-teman," jelasnya.

Ia pun berharap adanya langkah-langkah penanganan pandemi virus corona yang disosialisasikan dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) setempat.

Menurutnya dengan menganggarkan biaya terhadap penanganan pandemi corona, Pemkot setempat dapat menolong bisnis-bisnis yang terancam keberadaannya.

Pulang dari Inggris, Pelatih Bulutangkis Tunggal Putra Jadi Pasien Dalam Pengawasan Covid-19

"Ya sebenarnya kan satu langkah jangka pendeknya semua kita masyarakat mendisiplinkan diri. Tapi yang kedua kita berharap pemerintah dengan segala genap usahanya juga gunakan saja semua anggaran terutama di daerah, anggaran itu bagaiamna menekan perkembangan COVID-19 sehibnga bisa lebih tertekan," tandasnya. 

Penulis: Rizki Amana
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved