Virus Corona

DPR RI Gelar Rapid Test Virus Corona Massal Khusus Anggota dan Keluarganya, YLKI: Tak Punya Empati

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia gelar rapid test virus corona massal khusus anggota dewan dan keluarganya, YLKI : Tak punya empati

istimewa
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi memberikan paparan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Indopos, di Hotel Ibis, Slipi, Jakarta (27/1/2020). 

Terus bertambahnya jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia, yakni sebanyak 579 dengan jumlah kematian mencapai 49 orang hingga Senin (23/3/2020) sore membuat masyarakat semakin khawatir.

Terkait hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia berencana untuk melakukan rapid test virus corona massal di Komplek Parlemen Senayan pada Kamis (26/3/2020) mendatang.

Langkah tersebut bertujuan untuk mengungai resiko penyebaran virus corona di Komplek Parlemen Senayan.

Walau dinilai baik, keputusan tersebut disesalkan oleh Yayasan lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyebut para anggota dewan tidak memiliki empati.

Sebab, mereka mendahulukan kepentingan pribadi dibandingkan rakyat.

Mengingat banyak rakyat yang kini merasa sudah terpapar virus corona tetapi belum bisa memeriksakan diri sendiri.

"Tak punya empati, anggota DPR didahulukan rapid test covid-19," ungkap Tulus Abadi dalam siaran tertulis pada Selasa (24/3/2020).

"Sungguh memalukan jika anggota DPR dan keluarganya minta didahulukan rapid test untuk Covid-19. Ini jelas tidak sensitif dan tidak mempunyai rasa empati dengan kepentingan publik yang lebih luas," tambahnya.

Oleh karena itu, YLKI meminta agar rapid test virus corona khusus anggota dewan beserta keluarganya dapat dihentikan.

Halaman
1234
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved