Breaking News:

Virus Corona

Bojonggede Masuk Zona Merah Virus Corona, Ini Pesan Lurah Pabuaran Kepada Warganya

Lurah Pabuaran Kecamatan Bojonggede, Depok, Romli mengimbau masyarakatnya untuk mengurangi aktifitas yang dilakukan di luar rumah.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Hertanto Soebijoto
istimewa
Polisi menggelar operasi simpatik untuk mengingatkan warga agar tidak berkerumun untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. 

Hal itu dilakukan untuk memperkecil penyebaran virus corona di Indonesia.

Bertambah

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) virus corona atau covid-19 di Kabupaten Bogor bertambah 24 orang, Senin (23/3) seperti dilansir TribunnewsBogor.com.

Berdasarkan data monitoring harian covid-19 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pukul 20.00 WIB, jumlah ODP kini totalnya meningkat jadi 133 orang dari sehari sebelumnya di angka 109 orang.

“Update Senin 23 Maret 2020, ODP 133 orang dan kasus yang sudah selesai 90 orang,” kata Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangannya.

Kemudian untuk Pasien dalam Pengawasan (PDP) bertambah sebanyak 4 orang dari hari sebelumnya.

PDP di Kabupaten Bogor saat ini terdata sebanyak 40 orang dan selesai ditangani 18 orang.

Sementara untuk angka pasien positif covid-19 masih belum berubah dibanding hari sebelumnya.

“Positif Covid-19 terdata 5 Orang, yang meninggal terdata 1 Orang,” ungkapnya

Masih ramai

Sementara itu, upaya Pemerintah Kota Bogor menerapkan instruksi Gubernur Jawa Barat terkait pemberlakuan bekerja dari rumah (work from home), belum berjalan sebagaimana mestinya.

Pergerakan masyarakat di jalanan masih terlihat ramai.

Pantauan Tribunnews­Bogor.com sekitar 12.30 WIB, Senin (23/3) di beberapa titik di Kota Bogor masih terpantau cukup ramai.

Antrean kendaraan di Lampu Merah Simpang Jalan Salak, Jalan Lodaya, pintu keluar Tol Bogor, Seputar Tugu Kujang Jalan Ir H Djuanda masih mengular cukup panjang.

Tak hanya itu beberapa orang juga terlihat tidak mengenakan pelindung seperti masker.

Wakil Wali Kota Dedie A Rachim mengatakan, sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat berharap, pemberlakuan bekerja dari rumah segera diterapkan dan terus berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir pergerakan masyarakat.

“Dan hanya memberikan pengecualian kepada jenis usaha bahan pokok, bahan makanan, obat-obatan dan kesehatan,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3/2020). (Dedy)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved