Berita Video

VIDEO: Sudah Diberi Rp 10 Juta, Delapan Orang Ngaku Wartawan Tetap Ancam dan Peras Korbannya

"Korban diminta untuk menyerahkan sejumlah uang sebesar Rp. 200 Juta. Namun oleh korban karena ketidakmampuan finansial hanya dipenuhi sebesar Rp. 10

VIDEO: Sudah Diberi Rp 10 Juta, Delapan Orang Ngaku Wartawan Tetap Ancam dan Peras Korbannya
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/3/2020). 

Subdit Jatanras Polda Metro Jaya membekuk 8 pria yang mengaku sebagai wartawan karena diketahui telah memeras dan mengancam korbannya.

Ke delapan orang itu dibekuk dari kediaman mereka dan sejumlah tempat di Jakarta Timur, Tangerang, dan Bekasi, awal Maret 2020 ini.

Mereka adalah PS (51), FS (38), AJS (26), HH (48), MSM (49), TA (25), AS (47), dan IM (45).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan para pelaku mengaku dari media online Radar Nusantara, yang kemudian melakukan pemerasan terhadap korban.

Dimana korban diancam akan dilaporkan ke pimpinan karena telah melakukan perbuatan asusila dengan status bukan suami istri sah di salah satu hotel transit di Jakarta Barat.

"Korban diminta untuk menyerahkan sejumlah uang sebesar Rp. 200 Juta. Namun oleh korban karena ketidakmampuan finansial hanya dipenuhi sebesar Rp. 10 Juta," kata Yusri, Senin (23/3/2020).

Setelah uang diberikan kepada pelaku, katanya kemudian pelaku membagi ke kelompoknya.

"Selain itu, mereka tetap mengancam dan memeras korban meski sudah diberi uang Rp 10 Juta. Mereka tidak akan berhenti meminta uang, sebelum jumlah total yang diberikan Rp 200 Juta," kata Yusri di Mapolda Metro.

Karenanya kata Yusri korban melaporkan peristiwa pemerasan yang terjadi 13 November 2020 itu ke polisi.

Dari sana, katanya tim opsnal Unit 1 Subdit Jatanras melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut.

"Dari pengecekan didapat memang benar adanya dugaan tindak pidana pemerasan tersebut. Tim opsnal unit 1 Jatanras melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan delapan orang pelaku, dan para pelaku kini diamankan di Polda Metro Jaya untuk diproses lebih lanjut," katanya.

Dari tangan ke delapan tersangka kata Yusri disita 14 HP berbagai merk, 8 Kartu Pers, 1 (satu) Buah ATM BRI atas nama SANEG, 1 buah topi dengan Lambang BNN, 1 buah jaket dengan lambang BNN, 1 buah peneng atau tanda kewenangan penyidik, 1 unit mobil Avanza warna hitam.

"Kami sudah melakukan cek ke dewan pers, dan mereka ini serta medianya tidak terdaftar," kata Yusri.

Karena perbuatannya kata dia para pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan yang ancaman hukumannya hingga diatas 5 tahun penjara.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved