Breaking News:

Pemerasan

Salah Satu dari 8 Orang Pemeras Ngaku Wartawan, Kenakan Jaket dan Topi BNN saat Beraksi

Subdit Jatanras Polda Metro Jaya membekuk 8 pria yang mengaku sebagai wartawan karena diketahui telah memeras dan mengancam korbannya.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Istimewa
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus 

"Selain itu, mereka tetap mengancam dan memeras korban meski sudah diberi uang Rp 10 Juta.

"Mereka tidak akan berhenti meminta uang, sebelum jumlah total yang diberikan Rp 200 Juta," kata Yusri di Mapolda Metro.

Karenanya kata Yusri korban melaporkan peristiwa pemerasan yang terjadi 13 November 2020 itu ke polisi.

Dari sana, katanya tim opsnal Unit 1 Subdit Jatanras melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut.

"Dari pengecekan didapat memang benar adanya dugaan tindak pidana pemerasan tersebut.

"Tim opsnal unit 1 Jatanras melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan delapan orang pelaku, dan para pelaku kini diamankan di Polda Metro Jaya untuk diproses lebih lanjut," katanya.

Dari tangan ke delapan tersangka kata Yusri disita 14 HP berbagai merk, 8 Kartu Pers, 1 (satu) Buah ATM BRI atas nama SANEG, 1 buah topi dengan Lambang BNN, 1 buah jaket dengan lambang BNN, 1 buah peneng atau tanda kewenangan penyidik, 1 unit mobil Avanza warna hitam.

"Kami sudah melakukan cek ke dewan pers, dan mereka ini serta medianya tidak terdaftar," kata Yusri.

Karena perbuatannya kata dia para pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan yang ancaman hukumannya hingga diatas 5 tahun penjara.(bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved