Virus Corona

Maruf Amin Minta Fatwa MUI Tim Medis Salat Tanpa Wudu dan Jenazah Pasien COVID-19 Tak Dimandikan

WAKIL Presiden Maruf Amin berencana meminta Majelis Ulama Indoenesia (MUI) mengeluarkan fatwa pengurusan pasien meninggal akibat Virus Corona.

Tribunnews/Rina Ayu
Wakil Presiden Maruf Amin 

WAKIL Presiden Maruf Amin berencana meminta Majelis Ulama Indoenesia (MUI) mengeluarkan fatwa pengurusan pasien meninggal akibat Virus Corona.

"Kalau terjadi kesulitan mengurusi jenazah penderita Corona ini, karena kurang petugas medisnya."

"Atau karena situasi yang juga tidak memungkinkan."

Pemerintah Punya Stok 3 Juta Klorokuin, Bukan Obat Utama untuk Sembuhkan Virus Corona

"Kemungkinan tidak dimandikan misalnya," kata Maruf Amin di Kantor Badan Nasional Penangggulangan Bencana (BNPB), Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (23/3/2020).

Ketua Umum MUI itu berharap fatwa tersebut dapat dilaksanakan oleh MUI agar tidak ada kesulitan jikal hal-hal tersebut terjadi.

"Itu jika terjadi situasi yang cukup mengkhawatirkan seperti di Jakarta, dan itu sudah dikeluarkan fatwanya oleh MUI," paparnya.

Meski Sudah Siap, Jokowi Berharap RS Darurat Corona di Wisma Atlet Kemayoran Tak Digunakan

Maruf Amin juga meminta satu fatwa lagi, khusus kepada para petugas medis yang menangani pasi3n COVID-19.

"Ketika para petugas medis itu menggunakan APD, sehingga pakaian tidak boleh dibuka sampai 8 jam."

"Kemungkinan dia tidak bisa melakukan, kalau mau salat tidak bisa wudu, tidak bisa tayamum, saya mohon ada fatwa," imbuhnya.

Adian Napitupulu Minta Pemerintah Mudahkan Impor Alat Medis Agar Rakyat Bisa Lindungi Diri Sendiri

Fatwa tersebut, papar Maruf Amin, mengatur tentang kebolehan para petugas medis yang beragama Islam, untuk melaksanakan salat tanpa wudu dan tayamum.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved