Liga Inggris

Kurang Sempurna Jika Liga Inggris Dihentikan dan Liverpool Menjadi Juara

Jika Liga Inggris dihentikan, Liverpool hampir pasti dinobatkan menjadi juara. Namun Jamie Carragher menyebut gelar itu terasa tidak sempurna.

Football365
Jamie Carragher 

Mantan bek Liverpool Jamie Carragher merasakan ada sesuatu yang aneh jika Liverpool ditetapkan sebagai juara Liga Inggris musim ini. Carragher juga mengatakan nyaris mustahil Liga Inggris yang masih menyisakan sembilan laga dilanjutkan.

Liverpool unggul 25 poin atas pesaing terdekat sekaligus juara bertahan Manchester City. Mimpi Liverpool meraih trofi Liga Inggris untuk kali pertama sejak 1990 terancam musnah seiring dengan merebaknya virus Covid-19. Otoritas sepak bola Inggris memilih menghentikan semua aktifitas liga hingga 30 April.

Hingga saat ini belum jelas apakah kompetisi akan dihentikan, atau dinyatakan tidak pernah ada. Jika dianggap tidak ada, sia-sia lah perjuangan Liverpool sepanjang musim. Jika dihentikan dan dinyatakan selesai, sebagian besar klub setuju Liverpool dinobatkan sebagai jawara.

Namun klub-klub papan atas masih berharap kompetisi diselesaikan. Carragher, yang membela Liverpool dalam 737 laga menyebut menyelesaikan kompetisi adalah keputusan paling adil, sekalipun kemungkinannya kecil.

"Saat ini tidak ada hal yang lebih penting kecuali kesehatan dan mengalahkan virus Corona, namun saya kira itu juga tidak menepikan betapa sangat berartinya sepak bola bagi kami sekaligus penggemar sepak bola, bukan hanya suporter Liverpool tapi pecinta sepak bola di negeri ini," kata Carragher.

"Saya tidak marah atau kecewa ketika sepak bola dimulai lagi. Tapi saya merasa sudah begitu banyak yang terlibat dalam kompetisi ini sebelum semuanya dihentikan. Kami tahu Liverpool akan menjadi juara jika kompetisi dilanjutkan karena hanya butuh satu atau dua kemenangan lagi. Tapi jika liga dihentikan dan Liverpool menerima trofi, ada sesuatu yang kurang. Rasanya kemenangan ini tidak sempurna," imbuh mantan kapten kedua Liverpool ini.

Carragher mengatakan situasi seperti saat ini tidak memberi pengaruh besar kepada Liverpool, baik secara ekonomi atau status. Tapi tim yang terlempar dari Liga Inggris akan sulit kembali dan akan memberi pengaruh kepada tim tersebut hingga empat atau lima musim ke depan. Saat ini ada enam tim yang sedang bersaing di papan bawah untuk menghindari degradasi.

Carragher juga menyebut nasib tim-tim papan atas di Championship. Tidak mudah bagi mereka masuk zona promosi. Kegagalan meraih tiket promosi bisa berdampak panjang bagi mereka.

"Leeds United saat ini memimpin klasemen Championship dan berpeluang besar mendapat tiket promosi. Jika kompetisi dimulai dari nol lagi, Leeds mungkin tidak akan pernah meraih tiket promosi dalam empat atau lima tahun ke depan. Mereka mungkin juga akan kehilangan pelatih. Itulah sebabnya, Liverpool bukan satu-satunya hal penting. Ini adalah tentang nasib tim yang kemungkinan kehilangan pendapatan karena degradasi atau gagal meraih tiket promosi. Bagaimana dengan tim yang berada di zona Liga Champions dan Liga Europa? Masih banyak yang harus dipertimbangkan jika kompetisi dihentikan. Bagi saya lebih baik kompetisi tetap dilanjutkan, entah kapan dan musim depan otoritas sepak bola harus kreatif menyusun jadwal," tuturnya.

Penulis: Rusna Djanur Buana
Editor: Rusna Djanur Buana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved