Breaking News:

Virus Corona

Kofibrik Persebaya Store Digrebek Aparat Kepolisian. Seluruh pengunjungnya Disuruh Pulang

Kofibrik Persebaya Store di Jalan Menganti Karangan Nomor 68A, Surabaya, Jawa Timur digrebek aparat Kepolisian. Seluruh pengunjung disuruh Pulang

instagram @hotmanparisofficial
Kofibrik Persebaya Store 

Menurut dia, petugas akan memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali bila mereka terus mengabaikan permintaan pemerintah untuk menutup sementara usahanya.

“Akan kami berikan Surat Peringatan (SP) 1, 2 sampai 3, dan kalau masih beroperasi juga akan kami cabut izinnya,” kata Cucu saat dihubungi, Minggu (22/3/2020).

 Terdampak Corona, REI DKI Jakarta Minta OJK dan Pemprov DKI Beri Stimulus Pada Industri Realestat

 Terinfeksi Virus Corona, Begini Pesan Andrea Dian Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19

Cucu mengatakan, pengusaha tempat hiburan harus turut berperan membantu pemerintah dalam menanggulangi wabah virus corona.

Dia mengatakan, penutupan sementara operasional tempat hiburan sebagai bentuk upaya memotong rantai potensi penyebaran virus corona.

Alasannya, tempat hiburan didatangi oleh masyarakat dari berbagai latar belakang dan cenderung terjadi interaksi antar-pribadi dan saling berdekatan.

Jika tempat hiburan tetap dibiarkan beroperasi, kata Cucu, bisa berpotensi penularan virus corona semakin tinggi.

“Untuk pengawasan, kami akan berkoordinasi dengan pihak Satpol PP untuk mengecek ke lapangan. Tentu kami berharap, pengusaha mengerti kondisi wabah corona saat ini,” katanya.

 Waspada Virus Corona, Dispora Kabupaten Bogor Menghentikan Seluruh Kegiatan Keolahragaan

 Isu Pasar Induk Tanah Tinggi Ditutup Terkait Virus Corona , Ini Penjelasan Pemerintah Kota Tangerang

Sementara itu, Cucu mengumumkan telah membuat Surat Edaran Nomor 160/SE/2020, Jumat (20/3/2020).

Surat edaran itu tentang Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Industri Pariwisata Dalam Upaya Kewaspadaan terhadap Penularan Infeksi Virus Corona (Covid-19).

Ada 15 jenis industri usaha harus ditutup saat wabah virus corona yakni kelab malam, diskotek, pub, karaoke keluarga, karaoke eksekutif, bar/rumah minum.

Selain itu,  griya pijat, spa, bioskop, arena bola gelinding, arena bola sodok, tempat mandi uap,seluncur dan arena permainan ketangkasan manual, mekanik atau elektronik untuk orang dewasa.

“Kalau ditotal kurang lebih dari 15 industri pariwisata di Jakarta ada sekitar 1.300-an,” katanya.

Cucu berjanji akan mengadvokasi keinginan pengusaha hiburan soal pembebasan pajak selama enam bulan akibat wabah corona.

Menurut dia, ada juga pengusaha yang minta agar pihaknya menjadi penghubung dengan perbankan untuk meniadakan suku bunga pinjaman selama operasional ditutup dan penghapusan pajak selama enam bulan.

”Nanti kami coba komunikasikan masalah itu kepada pemerintah pusat yah,” ucapnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani mengaku, pihaknya bakal menaati imbauan yang dikeluarkan pemerintah daerah.

Hana Suryani berharap, pemerintah daerah dapat menjembatani tiga persoalan yang dihadapi para pengusaha hiburan.

Tiga persoalan pengusaha yakni pajak hiburan dihapuskan selama masa krisis ini.

Kebijakan itu harus disamakan dengan keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada pengusaha hotel dan restoran yang membebaskan pajaknya selama enam bulan.

“Perlu diketahui bahwa industri hiburan juga adalah industri pariwisata,” katanya.

Persoalan kedua, peghentian bunga bank untuk pinjaman usaha pada saat usaha dihentikan sementara.

Alasannya, pengusaha banyak yang menopang bisnisnya lewat pinjaman usaha dari bank.

“Penghentian ini bukan keinginan pengusaha, artinya pihak bank juga harus memberikan dispensasi,” katanya.

Persoalan terakhir, agar penyewa gerai di mal atau gedung diberikan pengurangan harga pada saat dihentikan usaha.

Penghentian tempat usaha, kata Hana, bukan keinginan pengusaha dan selama penutupan sementara tidak menerima pendapatan.

“Jadi untuk membantu mengurangi beban pengusaha, yah pemilik gedung juga harus membantu."

"Ketiga permintaan ini kami minta agar bisa bertahan dan dapat membayar gaji karyawan selama operasional ditutup,” katanya.

Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved