Virus Corona

Gara-gara Virus Corona, Sri Mulyani Siapkan Skenario Terburuk Pertumbuhan Ekonomi Hanya 0 Persen

Gara-gara Virus Corona, Sri Mulyani Siapkan Skenario Terburuk Pertumbuhan Ekonomi Hanya 0 Persen

Gara-gara Virus Corona, Sri Mulyani Siapkan Skenario Terburuk Pertumbuhan Ekonomi Hanya 0 Persen
Antara
MenterI Keuangan Sri Mulyani berada di belakang kemudi mobil listrik Toyota Prius Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) saat mengunjungi booth Toyota di GIIAS 2019 di BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (24/7/2019). Sri Mulyani kini memersiapkan skenario terburuk pertumbuhan ekonomi hingga 0 persen. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku sulit membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2020 ini di tengah ketidakpastian wabah virus corona (Covid-19) beserta dampaknya yang signifikan.

Proyeksi yang akurat sangat sulit dilakukan dalam kondisi perubahan yang masih terus terjadi sangat dinamis pada perekonomian global maupun domestik.

“Hampir semua lembaga saat ini yang bisa dilakukan adalah membuat skenario. Kami pun di Kementerian Keuangan membuat beberapa skenario,” tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers usai rapat terbatas dengan Presiden, Jumat (20/3).

Jokowi Perintahkan Sri Mulyani Beri Insentif untuk Dokter dan Petugas Tangani Pasien Covid-19

Sri Mulyani Umumkan Pajak 21 akan Dibayarkan Pemerintah Selama 6 Bulan untuk Perusahaan Ini

Skenario-skenario yang disiapkan Kemenkeu mempertimbangkan sejumlah hal, yaitu mulai dari kemungkinan durasi penyebaran Covid-19 berlangsung panjang, kemungkinan pergerakan manusia semakin dipersempit bahkan hingga lock-down.

Lalu, kemungkinan turunnya volume perdagangan internasional, kemungkinan turunnya industri penerbangan, hotel, dan restoran, hingga  konsumsi rumah tangga terhadap kebutuhan pokok dan kesehatan.

Kemenkeu juga memasukkan kemungkinan disrupsi pada sektor tenaga kerja karena terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan, serta pertimbangan  harga minyak dunia yang sedang jatuh.

China Klaim Temuan Kasus Baru Virus Corona Berasal dari Indonesia, Dubes Sedang Tanya Rinciannya

Dalam skenario moderat, Sri Mulyani mengatakan, dampak wabah corona terhadap perekonomian diperkirakan masih dapat teratasi sehingga ekonomi tumbuh di atas 4% tahun ini.

Namun pada skenario yang lebih berat, pertumbuhan ekonomi diproyeksi bisa hanya 2,5% hingga bahkan 0% pada tahun ini.

“Masalah yang jauh lebih berat yaitu kalau durasi Covid-19 bisa lebih dari 3 bulan sampai 6 bulan, kemudian terjadi lockdown, perdagangan internasional pun drop di bawah 30%, dan penerbangan drop 75% sampai 100%. Maka skenario bisa menjadi lebih dalam yaitu pertumbuhan ekonomi bisa 2,5% sampai 0%,”  tandas Menkeu.

Sri Mulyani mengatakan, tentunya pemerintah berharap skenario terburuk tidak akan terjadi.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved