Breaking News:

Liga 1 2020

Aji Santoso Bingung Menetapkan Program Latihan

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mengaku kesulitan menetapkan program latihan, seiring belum jelasnya jadwal Liga 1 2020.

Persebaya.id
Aji Santoso resmi menjadi pelatih Persebaya di Liga 1 2019 sejak Kamis (31/10/2019). Ia bakal membenahi mental dan fighting spirit pemain serta cara bermain skuad Persebaya. 

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mengaku kesulitan menetapkan program latihan, seiring belum jelasnya jadwal Liga 1 2020 akibat wabah virus corona yang makin meluas di Tanah Air.

Tim berjulukan Bajul Ijo itu mulai menggelar latihan, Jumat (20/3). Sebelumnya, para pemain sempat diliburkan selepas laga pekan ketiga, menyusul keputusan penangguhan Liga 1 2020.

Pelatih Timnas Indonesia U-23 Aji Santoso dengan skuat Timnas U-23.
Pelatih Timnas Indonesia U-23 Aji Santoso dengan skuat Timnas U-23. (Kompas.com/Warta Kota/Istimewa)

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 diliburkan selama dua pekan, karena wabah virus corona. Keputusan tersebut diambil oleh PSSI, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

"Anak-anak biar pun libur masih melakukan aktivitas individu. Tapi (Mokhamad) Syaifuddin masih cedera, dan Alwi (Slamat) pulang ke Ambon untuk terapi, Nasir sudah pulih," ucap Aji.

Rencananya, kompetisi kembali diputar awal April. Namun, hal tersebut belum pasti, karena menunggu perkembangan dari virus corona di Indonesia, dan bagaimana arahan pemerintah pusat.

Situasi ini membuat Aji kesulitan. Aji cukup khawatir dengan kompetisi yang belum pasti, karena dia harus menyusun bagaimana program latihan selama kompetisi libur.

"Yang terpenting bagaimana mempersiapan tim siap bertanding lagi. Kami harus menyesuaikan, karena belum tahu apakah nanti tanggal 29 bisa main atau tidak," beber Aji.

"Tapi memang sambil melihat situsi, ada perubahan atau tetap main, kami tetap latihan. Agak susah karena kami atur ritme latihan. Yang jelas tidak tahu kapan bisa main," ucapnya.

Dalam latihan perdananya, Aji menyoroti fisik pemain dan kesiapan pemain lokal menjadi eksekutor penalti. Persebaya sudah dua kali sejak pramusim gagal penalti. Pertama saat Makan Konate gagal penalti melawan Bhayangkara FC di Piala Gubernur Jatim, lalu David da Silva juga gagal saat Persebaya melawan Persipura Jayapura.

"Ya nanti kami lihat lah, menurut saya tak perku diperpanjang, biasa itu nggak masuk penalti, Ronaldo dan Messi juga pernah gagal," ungkap Aji.

Halaman
12
Penulis: Valentino Verry
Editor: Valentino Verry
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved