Breaking News:

Jokowi Bangun Gedung untuk Pasien Virus Corona di Pulau Galang Ini Fasilitas dan Target Selesai

Gedung tersebut khusus untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya COVID-19 atau Corona yang dibangun di Pulau Galang, Kota Batam.

Editor: Mohamad Yusuf
Tribunnews/Dany Permana
Presiden Jokowi minta dilakukan rapid test virus corona secara massal, Kamis (19/3/2020) 

Presiden Joko Widodo membangun gedung  fasilitas observasi/penampungan/karantina.

Gedung tersebut khusus untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya COVID-19 atau Corona yang dibangun di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 

Pembangunan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Secara keseluruhan progres konstruksi yang telah dimulai sejak 8 Maret 2020 saat ini sudah 32 persen dengan target selesai pada 28 Maret 2020.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan lokasi yang dipilih yaitu di eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan.

Yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar.

"Target yang diberikan Bapak Presiden adalah 2-3 minggu harus selesai dan siap untuk dimanfaatkan," kata Basuki dalam siaran tertulisnya, Kamis (19/3/2020).

"Tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga fasilitas pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain,” tambah Basuki.

KIsah Perjuangan Pasien Positif Corona di Tengah Ketidakpastian dan Kebingungan

Dukung agar Masyarakat Tetap di Rumah, Ini Doa AA Gym untuk Tenaga Medis Corona

Jokowi akan Manfaatkan Wisma Atlet Kemayoran dan Hotel jadi Tempat Perawatan Pasien Virus Corona

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi.

Yakni Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Untuk progres konstruksi mess perawat saat ini sudah sekitar 37%, mess petugas 30%, dan mess dokter 33%.

Selanjutnya untuk gedung sterilisasi saat ini progres konstruksinya sudah 70%, gedung farmasi 50%, gedung gizi 50%, gedung laundry 45%, gudang 75%, dan power house 60%.

"Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helicopter (helipad), dan zona utilitas," kata Basuki.

"Material modul panel yang telah dikirim dari Jakarta saat ini sudah selesai dipasang sebanyak 4 modul untuk ruang observasi berkapasitas 5 tempat tidur," tambahnya.

Pada tahap awal akan dibangun 2 gedung bertingkat 2 berada di Zona B yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi).

Terdiri dari ruang observasi dan ruang isolasi untuk Intensive Care Unit (ICU) dan untuk Non ICU.

Saat ini progres pembangunan Gedung Isolasi ICU (20 bed) mencapai 42%, Gedung Observasi 1 (50 bed) sebesar 31%, Gedung Observasi 2 (50 bed) sebesar 32%, dan Gedung Observasi 3 (240 bed) sebesar 19%.

Sedangkan untuk pembangunan landasan helipad saat ini progres fisiknya sudah 90%.

Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang.

Serta fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi.

Terakhir Zona C peruntukannya untuk tahap berikutnya (menyesuaikan kebutuhan) dengan memanfaatkan cadangan lahan.

"Keseluruhan pekerjaan berlangsung dibawah supervisi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Ditjen Cipta Karya. Bertindak selaku kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya," kata Basuki.

Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ditjen SDA juga telah melakukan pemasangan pipa transmisi air baku sepanjang 13,8 km.

Bersumber dari Waduk Monggak Rempang yang memiliki debit 232 liter/detik dan tengah dipasang pompa air berkapasitas 5 liter/detik yang menyalurkan air dari reservoir ke clean water tank.

Progresnya telah mencapai 100%.

"Selain itu juga dilakukan pengerukan dan perluasan kapasitas embung yang berada di Pulau Galang untuk mendukung penyediaan air baku fasilitas observasi dan isolasi di Pulau Galang dengan progres saat ini sebesar 76%," kata Basuki.

Data yang dipublish di website https://kawalcovid19, juga sama dengan data di https://corona.jakarta.go.id/peta, khususnya untuk pasien di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan data https://corona.jakarta.go.id Kamis (19/3/2020) pukul 12:00 WIB, jumlah kasus positif Virus Covid-19 di DKI Jakarta adalah 208 orang.

Dari 208 orang tersebut, rinciannya adalah 108 orang dirawat, 13 orang sembuh, 70 orang self isolation, dan 17 orang meninggal dunia.

Sementara itu, situs resmi pemerintah, https://www.covid19.go.id/situasi-virus-corona/, data pasien Virus Corona sampai Kamis siang ini, sekitar pukul 12:49 WIB, masih sama dengan data kemarin.

Di dalam situs itu disebutkan, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 adalah 227 orang (bertambah 55 orang dibandingkan sehari sebelumnya).

Jumlah pasien Virus Corona dalam perawatan sebanyak 19 orang, pasien sembuh 11 orang, dan pasien meninggal dunia 19 orang. 

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, maka pasien Virus Corona berjenis kelamin laki-laki sebanyak 37 orang, perempuan 31 orang, dan belum terdata jenis kelaminnya sebanyak 159 orang.

Sebaran Pasien Virus Corona

Sebelumnya diberitakan, Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penangan Virus Corona, menjelaskan perkembangan terakhir penanganan Virus Corona di Indonesia, Rabu (18/3/2020).

Perkembangan secara keseluruhan, saat ini sedang akselerasi untuk semakin menaik jumlah penderita atau pasien Virus Corona.

Menuru Achmad Yuriato, hal ini bisa dimaklumi, lazim, seperti di negara lain. 

"Kita akan dapatkan gambaran yang semakin naik, semoga tidak terlalu panjang, setelah dilaksanakan kegiatan bersama dengan masyarkat, diharapkan bulan April 2020 bisa lebih terkendali," kata Achmad Yurianto, seperti disiarkan Kompas Tv.

Saat ini sedang naik karena kontak treking dilakukan secara intens, sehingga penderita bisa cepat diketahui.

Selain itu ada kesadaran dari masyarakat yang semakin peduli dan mau diperiksa sehingga bisa cepat diketahui positif Virus Corona.

Para pejabat negara juga sudah diperiksa, tetapi Achmad Yurianto tidak mau menjelaskan secara detail hasil pemeriksaan tersebut.

Perkembangan kasus positif Virus Corona, periode 17 Maret-18 Maret pukul 12:00 WIB data yang diperoleh sebagai berikut:

1. Total kasus sampai 17 Maret ada 172 kasus positif Virus Corona.

2. Kemudian 17 Maret 2020 pukul 12:00 sampai 18 Maret pukul 12:00 WIB ada tambahan pasien Virus Corona sebanyak 55 orang, sehingga total pasien Virus Corona menjadi 227 orang (naik 55 orang).

3. Pasien Virus Corona yang sembuh dan bisa dipulang jumlahnya 11 kasus (orang) dengan rincian:

      a. 1 kasus (orang) dari Banten.

      b. 9 kasus (oranbg) dari Jakarta.

      c. 1 kasus (orang) dari Jawa Barat.

4. Jumlah pasien meninggal sampai 18 Maret pukul 12:00 adalah 19 orang dengan rincian sebagai berikut.

   a. Bali 1 orang pasien Virus Corona meninggal.

   b. Banten 1 orang pasien Virus Corona meninggal.

   c. DKI Jakarta ada 12 orang pasien Virus Corona meninggal.

   d. Jawa Barat 1 orang pasien Virus Corona meninggal.

   e. Jawa Tengab 2  orang pasien Virus Corona meninggal

   f.  Jawa Timur 1 orang pasien Virus Corona meninggal.

   g. Suamtera Utara 1 orang pasien Virus Corona meninggal.

Terdapat permasalahan data yang meninggal. Ada beberapa rumah sakit belum melaporkan kasus kematian sejak 12-17 Maret 2020.

Data sekarang sudah di-upgrade sudah diperbaiki sehingga total yang pasien Virus Corona meninggal naik drastis menjadi 19 orang.

Jika dibandingkan dengan jumlah pasien meninggal sebelumnya atau sampai 17 Maret 2020 yang tercatat 7 orang, berarti terjadi peningkatan pasien meninggal hingga 171,43 persen.

Persentase kematian Virus Corona di Indonesia jadi 8,37 persen.

Jumlah Pasien Virus Corona naik 31,97 persen karena sebelumnya tercatat 172 pasien dan hari ini naik jadi 227 pasien.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved