Breaking News:

Virus Corona

Wali Kota Bekasi Bilang Warganya yang Dikabarkan Positif Corona Sudah Lama Pulang ke Jawa Tengah

BEREDAR kabar seorang warga Kota Bekasi positif Virus corona alias Covid-19.

WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat ditemui di Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Rabu (18/3/2020). 

"Sekarang kita mau milih ekonomi bagus atau warga kita ini (terkena Covid-19)."

"Saya bilang yang kerja di Jakarta (warga Kota Bekasi) kan banyak."

 PASIEN Virus Corona Tambah Jadi 172 Orang, Terbanyak Masih dari Jakarta

"Berarti saya harus ambil keputusan kalau di DKI tinggi (kasus Covid-19) lebih baik kita tahan," jelasnya.

Rahmat Effendi menambahkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta atas kebijakan itu.

"Kalau lockdown kan semua, ini hanya pegawai karyawan yang punya intensitas di Jakarta dan berisiko tinggi, warga Kota Bekasi yang kerja di Jakarta," ucapnya.

 DUA Anggota DPRD DKI Terindikasi Kena Virus Corona, 106 Wakil Rakyat Diminta Cek Kesehatan

Sejauh ini, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait perkembangan virus corona.

"Kita terus pantau dan cari tahu perkembangannya virus corona di Jakarta."

"Agar jadi rujukan kami dalam lakukan langkah-langkah," tuturnya.

 Warga Pondok Aren yang Meninggal Akibat Virus Corona Pasien Kasus Nomor 35

Maka itu, ia meminta perusahaan di DKI Jakarta maupun Kota Bekasi agar menyikapinya dengan bijak, dengan menerapkan sistem kerja di rumah.

"Baiknya pekerja melakukan aktivitas pekerjaan di rumah tanpa harus ke kantor."

"Ini harus dimengerti juga oleh pengusaha," paparnya.

 Mendagri Tito Karnavian Ingatkan Anies Baswedan, Lockdown Kewenangan Pemerintah Pusat

Atas kebijakan itu, Mega Afriyani, warga Kota Bekasi yang bekerja di Jakarta, sangat setuju.

Akan tetapi, kebijakan itu harus dibarengi dengan kebijakan perusahaan tempatnya bekerja.

"Setuju, karena biar enggak terkena virus corona."

 RSUP Persahabatan Rawat 15 Pasien Virus Corona dan 8 PDP, Ruang Isolasi Bakal Ditambah

"Tapi kan masih disuruh masuk ke kantor," ucapnya.

Ia masih tetap bekerja di Jakarta karena khawatir mendapatkan potongan gaji.

Maka dari itu diharapkan jika ditutup akses menuju ke Jakarta, dirinya yang tak bekerja tetap digaji.

"Sistem kerja di rumah harus diterapkan, apalagi kondisi penyebaran virus corona makin parah kan," cetusnya. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved