Virus Corona

Virus Corona Dapat Melayang di Udara, WHO Sebut Ada Potensi Penularan Virus Corona Lewat Udara

Virus Corona Dapat melayang di Udara, WHO Sebut Ada Potensi Penularan Virus Corona Lewat Udara

Luka GONZALES / AFP
Penumpang memakai masker wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran Virus Corona Baru, COVID-19, di Bandara Internasional Jorge Chavez, di Lima, Peru, pada 6 Maret 2020. Pemerintah Peru mengonfirmasi kasus pertama Virus Corona. Presiden Martin Vizcarra melaporkan bahwa itu adalah pasien pria berusia 25 tahun, yang tiba dari perjalanan ke Spanyol, Prancis dan Republik Ceko. 

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) mulai memperhatikan tindakan pencegahan penularan virus corona lewat udara bagi para staf medis.

Pertimbangan ini dilakukan setelah sebuah studi baru menunjukkan bahwa virus corona dapat bertahan hidup di udara dalam beberapa kondisi.

"Virus ini ditularkan melalui tetesan, atau sedikit cairan, sebagian besar melalui bersin atau batuk," kata Kepala Unit Penyakit Emerging dan Zoonosis WHO, Dr Maria Van Kerkhove sebagaimana dikutip CNBC.

Menurut Kerkhove, menjadi sangat penting bagi para pekerja pelayanan kesehatan untuk menambah tindakan pencegahan ketika mereka bekerja untuk pasien dan melakukan prosedur tersebut.

Obat Flu Jepang Avigan Disebut Otoritas kesehatan di China Efektif Obati Virus Corona

Para pejabat kesehatan dunia mengatakan, penyakit pernapasan menyebar melalui kontak antar manusia, tetesan saat bersin dan batuk, serta kuman yang tertinggal pada benda mati.

Virus corona dapat melayang di udara, tetap berada di udara, bergantung pada faktor-faktor lain seperti panas dan kelembaban.

Wanita muda gunakan masker.
Wanita muda gunakan masker. (pexels.com/Anna Shvets)

Kondisi tertentu

Melasir CNBC, Kerkhove mengatakan, para pejabat kesehatan mengetahui beberapa penelitian di sejumlah negara dengan lingkungan yang berbeda di mana Covid-19 dapat bertahan.

Para ilmuwan secara khusus melihat bagaimana kelembaban, suhu, hingga pencahayaan ultraviolet dapat mempengaruhi penyakit ini. 

Selain itu, juga berapa lama virus tersebut dapat hidup di permukaan benda yang berbeda, termasuk baja.

Jokowi Tutup Sekolah dan Kampus, Zenius Education Gandeng Telkomsel Hadirkan Paket Bebas Akses

Para pejabat kesehatan menggunakan informasi-informasi ini untuk memastikan bahwa pedoman yang dikeluarkan WHO telah sesuai.

Halaman
12
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved