Virus Corona

UPDATE KPAI Sebut Banyak Guru Gagal Paham soal Home Learning karena Corona, Ini Rekomendasi KPAI

Para orangtua mengeluh anak mereka justru stres karena mendapatkan berbagai tugas setiap hari dari para gurunya selama diliburkan atau belajar di ruma

Wartakotalive/Rangga Baskoro
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti saat ditemui di SMP tempat SN bersekolah, Ciracas, Jakara Timur, Senin (20/1/2020). 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima pengaduan sejumlah orangtua siswa terkait belajar di rumah di masa pencegahan Virus Corona atau covid 19, sesuai instruksi pemerintah.

Para orangtua mengeluh anak mereka justru stres karena mendapatkan berbagai tugas setiap hari dari para gurunya selama diliburkan atau belajar di rumah.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menuturkan kemungkinan besar, para guru memahami home learning adalah dengan memberikan tugas-tugas secara online, dan pengumpulannya pun online.

Merebaknya kasus virus corona di Indonesia membuat pemerintah menginstruksikan agar sekolah meliburkan siswanya dan belajar dari rumah dengan mengakses modul pembelajaran daring.
Merebaknya kasus virus corona di Indonesia membuat pemerintah menginstruksikan agar sekolah meliburkan siswanya dan belajar dari rumah dengan mengakses modul pembelajaran daring. (istimewa)

"Alhasil para siswa dan orang tua mengeluh. Seiring dengan 14 hari belajar di rumah, ternyata tugas yang harus dikerjakan anak-anak mereka di rumah malah sangat banyak, karena semua guru bidang studi memberikan tugas yang butuh dikerjakan lebih dari 1 jam," kata Retno, Rabu (18/3/2020).

Akibatnya, kata dia, tugas makin menumpuk-numpuk, anak-anak jadi kelelahan.

"Padahal, maksud belajar dari rumah sesungguhnya adalah memberikan aktivitas belajar rutin pada para siswa agar tetap terbiasa belajar, menjaga keteraturan," katanya.

Kondisi ruangan guru di SMP Negeri 16 Jakarta Selasa (17/3/2020) pascaditerapkannya kebijakan belajar di rumah bagi seluruh siswa sejak merebaknya kasus pandemik virus corona oleh WHO.
Kondisi ruangan guru di SMP Negeri 16 Jakarta Selasa (17/3/2020) pascaditerapkannya kebijakan belajar di rumah bagi seluruh siswa sejak merebaknya kasus pandemik virus corona oleh WHO. (Warta Kota/Desy Selviany)

"Karena keteraturan itu penting bagi anak-anak, agar ketika masuk sekolah kembali semangat belajarnya tidak padam dan materi pembelajaran tidak tertinggal," tambah Retno.

Jadi ritmenya kata Retno bisa diatur.

"Bukan malah membuat anak tertekan. Perasaaan tertekan dan kelelahan justru dapat berdampak penurunan imun pada tubuh anak," katanya.

Melalui inisiatif #BisaTetapBelajar, Quipper School menyediakan sistem dan materi pembelajaran online secara gratis untuk guru dan siswa yang terkena dampak dari penutupan sekolah akibat penyebaran virus corona COVID-19 di Indonesia.
Melalui inisiatif #BisaTetapBelajar, Quipper School menyediakan sistem dan materi pembelajaran online secara gratis untuk guru dan siswa yang terkena dampak dari penutupan sekolah akibat penyebaran virus corona COVID-19 di Indonesia. (Quipper School)

Karena itu kata Retno, KPAI merekomendasikan sejumlah hal.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved